Rabu, 03 Desember 2014

Tugas 7

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pada saat ini saya akan menjelaskan tentang Menejemen Pemasaran.

Manajemen pemasaran merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi.
Manajemen pemasaran dapat diterapkan di semua pasar. Misalkan sebuah perusahaan makanan. Direktur personalia menangani pasar tenaga kerja, direktur pembelian menangani pasar bahan baku. Mereka harus menetapkan tujuan dan mengembangkan strategi untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam pasar-pasar tersebut. Namun biasanya pada eksekutif ini tidak disebut pemasar, ataupun telah dilatih dalam bidang pemasaran. Paling tidak mereka adalah pemasar ”paruh-waktu”. Sebaliknya manajemen pemasaran biasanya dihubungkan dengan tugas dan orang-orang yang menangani pasar pelanggan.

Mengapa Menejemen pemasaran sering disebut juga sebagai menejemen permintaan?

Karena manajemen pemasaran berusaha membantu pencapaian tujuan organisasi dengan cara berupaya mempengaruhi tingkat dan karakter dari suatu permintaan. Oleh karena itu manajemen pemasaran sering disebut juga sebagai manajemen permintaan.

Beda kebutuhan dan keinginan berdasarkan konsep inti pemasaran menurut saya adalah.

Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan. Kebutuhan manusia adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah ada dan terukir dalam hayati kondisi manusia. keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Keinginan manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya.
Keinginan menjadi permintaan bila didukung dengan daya beli. Perbedaan ini bisa menjelaskan bahwa pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar mempengaruhi keinginan dan permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan mudah didapatkan oleh pelanggan yang dituju

Perbedaan Pasar dan Pemasaran

Pasar adalah orang-orang yang mempunyai kebutuhan dan keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja dan kemauan untuk belanjakan
Sedangkan Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan

Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam memenuhi target pasarnya

·         Empat variabel bauran pemasaran

Bauran pemasaran memiliki empat variabel yang dikenal dengan istilah “4 P” (product, price, promotion, and place) yang saling berkaitan satu sama lain. penjelasan mengenai variabel-variabel bauran pemasaran adalah sebagai berikut:
1.      Produk (product)
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, diperoleh digunakan atau dikonsumsi sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
2.      Harga (price)
Harga merupakan jumlah uang yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk mendapatkan suatu produk. Harga diukur dengan nilai yang dirasakan dari produk yang ditawarkan jika tidak maka konsumen akan membeli produk lain dengan kualitas yang sama dari penjualan saingannya. Harga adalah satu-satunya alat bauran pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya. Keputusan harga harus dikoordinasikan dengan rancangan produk, distribusi dan promosi yang membentuk program pemasaran yang konsisten dan efektif.
3.      Tempat (place)
Tempat termasuk aktivitas perusahaan untuk membuat produk tersedia bagi konsumen sasaran. Keputusan mengenai tempat sangat penting agar konsumen dapat memperoleh produk yang dibutuhkan tepat pada saat dibutuhkan.
4.      Promosi (promotion)
Promosi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengkomunikasikan manfaat dari produk atau jasa dan meyakinkan konsumen sasaran tentang produk yang mereka hasilkan.

Sekian penjelasan dari saya tentang Menejemen Pemasaran. Semoga apa yang saya posting dapat bermanfaat bagi pembaca J
Wassalamualaikum Wr.wb

SUMBER:
ymayowan.lecture.ub.ac.id/files/2012/01/pemasaran-dan-pengembangan-produk.docx






Selasa, 25 November 2014

Tugas 6

Assalamualaikum Wr.Wb

Pada saat ini saya akan menceritakan alasan mengapa saya memilih jurusan akuntansi.
Memang di Universitas Gunadarma banyak Fakultas-Fakultas atau jurusan yang bagus, tetapi saya lebih berminat untuk memilih jurusan Akuntansi, hal ini dikarenakan menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk lebih mempelajari akuntansi.
            Banyak informasi yang saya dapat bahwa lulusan jurusan Akuntansi dapat diterima bekerja di Instansi baik negeri maupun swasta, apalagi saya berminat untuk dapat memanfaatkan ilmu dan keahlian saya dibidang akuntansi yang saya peroleh itu di dunia perbankan.
Selain itu banyaknya kesempatan kerja yang dapat diperoleh dengan mempunyai keahlian di bidang Akuntansi, ini juga menjadikan tantangan bagi saya untuk dapat fokus dalam belajar dan juga penyemangat untuk dapat berbakti kepada negara ini lewat perbankan dengan keahlian di bidang Akuntansi.
Manfaat yang saya dapatkan adalah saya mendapatkan ilmu, pengetahuan, materi dan pembelajaran baru di Jurusan Akuntansi ini yang InsyaAllah akan membantu saya nanti dalam dunia kerja perbankan. 
Harapan saya dari ilmu akuntansi itu sendiri semoga saya dapat lebih baik mengelola keuangan dengan baik dari setiap pelajaran atau ilmu-ilmu yang saya dapatkan. Dan saya juga berharap dapat berbagi ilmu pada orang-orang yang ingin mempelajari tentang Akuntansi.

Selanjutnya saya akan menjelaskan jenis-jenis bidang akuntansi
1.      AKUNTANSI BIAYA (COST ACCOUNTING)
Akuntansi biaya ialah bidang akuntansi yang kegiatan utamanya ditujukan untuk menghitung biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.
2.      AKUNTANSI PERPAJAKAN (TAX ACCOUNTING)
Akuntansi perpajakan adalah akuntansi yang berkaitan dengan masalah perpajakan, yaitu berupa perhitungan untuk mempersiapkan pengisian Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) dan pembayarannya sesuai pengisian dalam SPT baik untuk pajak penghasilan ataupun apajak pertambahan nilai.
3.      AKUNTANSI ANGGARAN (BUDGETARY ACCOUNTING)
Akuntansi anggaran adalah bidang akuntansi yang menguraikan kegiatan keuangan untuk suatu jangka waktu tertentu yang dilengkapi dengan sistem penganalisaan dan pengawasannya.
4.      AKUNTANSI PEMERINTAHAN (GOVERNMENT ACCOUNTING)
Akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang kegiatannya diarahkan kepada transaksi-transaksi yang dilakukan oleh badan atau lembaga pemerintahan.
5.      AKUNTANSI SOSIAL (SOCIAL ACCOUNTING )
Akuntansi sosial atau kemasyarakatan yaitu bidang akuntansi yang kegiatannya mengarah kepada masalah kemasyarakatan.
6.      AKUNTANSI PEMERIKSAAN (AUDITING-INVESTIGASION)
Akuntansi pemeriksaan adalah bidang kegiatan akuntansi yang khusus melakukan pemeriksaan secara bebas atas umum yang biasanya dilakukan oleh akuntan publik, yaitu agar laporan keuangan suatu perusahaan dapat dilihat layak.
7.      SISTEM AKUNTANSI ( ACCOUNTING SYSTEM )
Sistem akuntansi adalah bidang khusus akuntansi yang berhubungan dengan penciptaan suatu prosedur kauntansi dan peralatannya, disertai penentuan lankah dalam pengumpulan dan pelaporan data keuangan. 
8.      AKUNTANSI PENDIDIKAN (ACCOUNTING EDUCATION
Akuntansi pendidikan adalah bidang khusus akuntansi yang kegiatannya mengarah kebidang pendidikan, yaitu dalam kegiatan belajar dan mengajar akuntansi.

Saya juga akan menjelaskan tentang laporan keuangan serta syarat-syarat yang harus ada dalam laporan keuangan tersebut.

Laporan  keuangan adalah laporan keuangan yang ditambah dengan informasi-informasi lain yang berhubungan, baik langsung maupun tidak langsung dengan informasi yang disediakan oleh sistemakuntansi keuangan, seperti informasi tentang sumber daya perusahaan, earnings, current cost, informasi tentang prospek erusahaan yang merupakan baian integral dengan tujuan untuk memenuhi tingkat pengungkapan yang cukup. 
Syarat-Sayat yang harus ada dalam laporan keuangan adalah :
1.      Relevan
Artinya informasi yang disajikan harus ada hubungannya dengan pihak-pihak yang memerlukan untuk mengambil keputusan.
2.      Dapat Dimengerti
Artinya bahwa laporan keuangan harus disajikan secara jelas dan mudaah dipahami oleh pemakainya..
3.      Daya Uji
Artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan konsep-konsep dasar akuntansi dan prinsip-prinsip akuntansi yang dianut, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain.
4.      Netral
Artinya bahwa laporan keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif, dan tidak memihak pada kepentingan pemakai tertentu.
5.      Tepat Waktu
Artinya bahwa laporan keuangan harus disajikan sedini mungkin untuk dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut.
6.      Daya Banding
Artinya bahwa laporan keuangan dapat diadakan baik antara laporan perusahaan tertentu dengan tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan tertentu dengan laporan keuangan perusahaan lain pada tahun yang sama.
7.      Lengkap
Artinya bahwa laporan keuangan yang disusun meliputi semua data akuntansi keuangan dan memenuhi syarat-syarat di atas serta tidak menyesatkan pembaca.

Tujuan laporan keuangan harus menyajikan informasi yang factual, akurat, objektif, dan informative yang cukup untuk melakukan penafsiran tentang transaksi-transaksi bisnis yang berguna untuk memprediksi, membandingkan earning power tersebut. Perlu diketahui bahwa informasi yang diperlukan untuk penafsiran dan prediksi tersebut kadang kala bersifat subjektif, oleh Karen aitu, asumsi-asumsi yang digunakan yang mendasari evaluasi dan prediksi tersebut harus diungkapkan. 

Dari tujuan pelaporan dalam teori akuntansi yang telah diuraikan di atas, diakui bahwa kenyatannya masih ada kelemahan yang dirasakan dari konseptual framework tersebut. Kelemahan tersebut pada akhirnya akan menimbulkan erosi kredibilitas pelaporan keuangan, seperti berikut ini:
• Beberapa metode akuntansi diterapkan untuk fakta yang sama.
• Metode akuntansi kadang diterapkan untuk melakukan praktik income smoothing secara artificial.
• Laporan keuangan gagal memberiakn tanda terhadap masalah keuangan perusahaan di masa mendatang.
• Off balance sheet financing dianggap praktik lazim.

Sekian dari saya semoga apa yang telah saya post dapat bermanfaat. Akhir kata dari saya Wassalamualaikum wr.wb 



Sumber:





Tugas 5

PERBEDAAN  KEWIRASWASTAAN, WIRASWASTA, & WIRASWASTAAN

Kewiraswastaan adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil.
Wiraswasta adalah alternatif penyediaan lapangan kerja minimal bagi pemilik modal dan menunjuk kepada pribadi yang memiliki kemampuan untuk :
a.       Berdiri diatas kekuatan sendiri
b.      Mengambil keputusan untuk diri sendiri
c.       Menetapkan tujuan atas dasar pertimbangannya sendiri
d.      Menggerakkan perekonomian masyarakat untuk maju kedepan
e.       Berani mengambil resiko
f.       Tegas dan tingkat energi tinggi
g.      Memiliki semangat tinggi
Kewiraswatawan adalah emangat, perilaku dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri atau pelayanan yang baik pada masyarakat, dengan selalu mencari pelanggan lebih banyak dan melayani pelanggan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreatifitas dan inovasi serta kemampuan manajemen

PERUSAHAAN BESAR DAN PERUSAHAAN KECIL

Perusahaan Besar adalah usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan lebih besar dari Usaha Menengah, yang meliputi usaha nasional milik negara atau swasta, usaha patungan, dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia.
Contoh:
1.      PT. Astra International
2.      Telekomunkasi Indonesia
3.      Unilver Indonesia
4.      Bank Central Asia
5.      Astra Agro Lestari
6.      Garuda Indonesia
7.      Kalbe Farma

Perusahaan Kecil adalah perusahaan yang dimiliki oleh seseoran sekaligus bertindak sebagai pemimpin perusahaan
Contoh :
1.      Bisnis Kuliner
2.      Bisnis bidang jasa (berhubungan dengan birokrasi seperti pengurusan surat-surat kendaraan, surat ijin mengemudi, surat ijin usaha, dan pengurusan dokumen penting lainnya)
3.      Usaha jual beli
4.      Usaha bidang agrobisnis
5.      Kursus dan Pendidikan
6.      Rental
7.      Kerajinan

Perusahaan Kecil
Perusahaan Besar
Umumnya dikelola oleh pemiliknya
Biasanya dikelola bukan oleh pemiliknya
Struktur organisasinya sederhana
Struktur organisasinya kompleks
Hubungan pemilik dengan karyawan dekat
Pemilik hanya mengenal sedikit karyawan
Presentase kegagalan perusahaan tinggi
Presentase kegagalan perusahaan rendah
Kurangya tenaga manajer yang andal
Banyak manajemen handal
Sulit memperoleh modal jangka panjang
Modal jangka panjang relatif mudah diperoleh
Jaringan kerja usaha kecil masih sederhana dan jika lobi bisnis biasanya langsung ke pemilik

Jaringan kerja luas

Contoh Franchise lokal dan Asing di Indonesia

Franchise atau waralaba adalah sebuah metode dalam sistem distribusi barang atau jasa. Metode ini membentuk suatu model hubungan kerjasama bisnis antara franchisor (pemilik usaha) dengan franchisee (pemilik modal/investor). 
Contoh Franchise di Indonesia .
Franchise Lokal
1.      Fast food : Ayam goreng Ny Tanzil, California Fried Chicken, Beef Bowl, Isabento.
2.      Restauran/café/bar: Ayam goreng Mbok Berek, Ayam goreng Ny. Suharti, Es teler 77, Delly Joy, King Friend Chicken & Steak, Laura Arfura, Mie Tek Tek.
3.      Pizza/es krim/donut/cakes: Holland Bakery, Croisant de France, Nilla Chandra cakes. 

Franchising Asing.
1.      Fast Food: KFC, Texas Fried Chicken, Mc. Donald, A & W, Wendyis, H.
2.      Restauran/café/bar: Red Lobster, Panderosa, Sizzler, Hong Bin Lao, Black Angus, Fashion Café, Hard Rock.
3.      Pizza/es krim/Youghurt/donut: Pizza Hut, Round table pizza, Jolli Bee, Baskin, Robins, Dunkin Donuts, Swensens, Yogen Fruzz.
4.      Soft drink : Green spot, Coca Cola, Pepsi Cola,Gatorade.
Keuntungan dan Kerugian Franchise

Keuntungan Membeli Waralaba
1.      Resiko Kegagalan Lebih Kecil
Ketika anda membeli atau bermitra dalam waralaba, tentu usaha tersebut telah terbukti kemapanan dan keberhasilannya. Dari berbagai data statistik, menunjukkan bahwa terwaralaba mempunyai kesempatan lebih besar untuk sukses daripada orang yang memulai bisnisnya sendiri (mandiri).Menurut hasil riset, bisnis independen memiliki resiko 70-80% mengalami kegagalan ketika memulai usahanya, sementara para franchisee hanya 20-30% (Michael M. Coltman, Franchise di Kanada).
2.      Memperoleh Berbagai Bantuan Bisnis
            Pada umumnya, bila sudah membeli sebuah bisnis franchise, pada franchisor akan memberi jenis bantuan untuk kemajuan bisnis anda, seperti peralatan, bahan baku, konsultasi, pelatiahan juga promosi usaha.
3.      Kekuatan Daya Beli
Membeli barang dan bahan dalam jumlah besar tentu akan memperoleh harga lebih murah. Hal tersebut yang menjadi nilai positif dalam bisnis fanchise.
4.      Polularitas Merek
Banyak waralaba nasional dan internasional yang telah dikenal masyarakat luas. Kepopuleran tersebut menjadikan mitra waralaba mudah mendatangkan konsumen.
5.      Kerjasama Yang saling Mneguntungkan
Seorang franchisee (orang yang membeli franchise) diuntungkan dengan sistem kerjasama franchise. Ia tidak perlu repot-repot menyiapkan, menentukan, memasarkan produk yang akan dijual dari nol. Semua mudah, cukup tinggal jalankan saja dan menjual produk yang sudah teruji dan dikenal masyarakat luas.
Kekurangan Membeli Franchise
1.      Terkurung Dalam Konsep Franchisor
Kerugian utama membeli franchise adalah bahwa anda harus melakukannya dengan cara mereka, sehingga kreatifitas dan insting bisnis anda menjadi tidak berkembang. Beberapa franchisor meberi batasan yang ketat kepada mitra waralaba guna menjaga citra brand yang diwaralabakan.
2.      Biaya yang Mahal
Membeli atau ikut dalam bisnis waralaba memerlukan biaya yang lebih besar daripada anda melakukan usaha mandiri. Franchise fee, royalti, dan setoran persentase keuntungan kepada pihak pewaralaba adalah beberapa contoh biaya yang harus dikeluarkan oleh mitra waralaba.

3.      Memiliki Potensi Konflik
Bisnis waralaba merupakan bisnis dengan ikatan kerjasama. Ketika terjadi ketimpangan, sering menimbulkan konflik bisnis antara franchisor dan franchisee, sehingga menyebabkan terganggunya atau rusaknya jalinana kerjasama tersebut, sehingga semua pihak akan merasakan kerugian.
4.      Taruhan Reputasi Bersama
Merek produk yang terkenal membuat anda tidak perlu bersusah payah membangun citra. Namun jika terjadi kesalahan yang dilakukan oleh franchisor atau franchisee lain, maka anda juga ikut menanggung akibatnya, paling tidak ikut tercoreng terhadap bisnis atau produk yang anda jual. 
5.      Kurang Kendali
Salah satu kekurangan dari bisnis waralaba adalah kurangnya kendali dari pembeli waralaba terhadap bisnisnya sendiri, karena semua sistem telah ditentukan oleh pemilik waralaba. Sehingga ruang gerak pembeli waralaba sangat terbatas. Ide-ide untuk berkreatifitas pun terkadang tidak bisa diaplikasikan, karena adanya perjanjian-perjanjian khusus.

Sumber:




Selasa, 11 November 2014

Tugas 3

PENGERTIAN PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN

Perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusi serta melakukan uapaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Atau suatu unit kegiatan ekonomi yang di organisasikan dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang tujuannya untuk menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.

Contoh :
1.      Perusahaan Dagang
2.      Perusahaan jasa
3.      Perusahaan Manufaktur

Sedangkan Lingkungan Perusahaan adalah keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Pada dasarnya lingkungan perusahaan dibedakan menjadi:

1.      Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan.

2.      Lingkungan Internal
Faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi

Contoh Lingkungan Perusahaan :

1.      Perekonomian
2.      Pendidikan dan kebudayaan
3.      Pemasok / supplier
4.      Keadaan alam (SDA, Lingkungan)

APA YANG MEMBEDAKAN PERUSAHAAN DAN LEMBAGA SOSIAL

Lembaga sosial atau dikenal juga sebagai lembaga kemasyarakatan salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup.
Fungsi lembaga sosial adalah untuk memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok, menjaga keutuhan dari masyarakat, sebagai paduan masyarakat dalam mengawasi tingkah laku anggotanya.
Dengan demikian, yang membedakan perusahaan dengan lembaga sosial terletak pada penekanan/prioritas perusahaan terhadap laba, kelangsungan hidup, dan tanggung jawab sosial. Lembaga sosial lebih menekankan prioritasnya pada tanggung jawab sosial. Sebaliknya, perusahaan berorientasi pada perolehan keuntungan, umumnya akan memfokuskan kegiatannya untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Contoh     :
1.      Lembaga Keluarga
2.      Lembaga Pendidikan
3.      Lembaga Ekonomi
4.      Lembaga Agama
5.      Lembaga Politik
6.      Lembaga Hukum
7.      Lembaga Budaya
8.      Lembaga Kesehatan

PERBEDAAN LETAK DAN TEMPAT KEDUDUKAN PERUSAHAAN

Letak perusahaan sering pula disebut tempat kediaman perusahaan,yaitu tempat dimana perusahaan melakukan kegiatannya sehari-hari.Sedangkan istilah tempat kedudukan perusahaan dapat diartikan sebagai tempat kantor pusat perusahaan. Pemilihan letak perusahaan ini harus dilakukan dan diputuskan melalui beberapa pertimbangan yang disertai fakta yang kongkrit dan lengkap.
Beberapa faktor yang perlu di pertimbangkan dalam menentukan letak perusahaan:

1.      Dekat dengan bahan baku
Contoh : Pabrik gula, pabrik semen

2.      Dekat dengan pasar
Contoh : Pabrik roti (Bakery), rumah makan (restoran)

3.      Dekat dengan pemasok tenaga kerja
Contoh : Pabrik rokok, pabrik kembang gula

4.      Dekat dengan penyediaan sumber tenaga / energi
Contoh : Pabrik alumunium baja

5.      Iklim
Contoh : Pabrik teh , pabrik kapas

6.      Ongkos transport
Contoh : Pabrik mobil membutuhkan lancarnya transportasi.

7.      Besarnya supplai modal
Contoh : Perusahaan yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya

Cara Penentuan Letak Perusahaan.

Secara umum terdapat 2 macam cara untuk menentukan lokasi perusahaan yaitu :

1.      Cara kualitatif

Dengan cara ini diadakan penilaian secara kualitatif terhadap faktor-faktor yang dianggap relevan atau memegang peranan pada setiap pilihan lokasi.

2.      Cara kuantitatif

Dengan cara ini hasil analisis kualitatif dikuantifikasikan dengan cara memberikan skor(nilai)pada masing-masing kriteria. Sedangkan menurut teori Alfred Weber,dalam teorinya mengemukakan ada dua faktor yang mempengaruhi penetapan lokasi perusahaan,yaitu :

·         Biaya pengangkutan
·         Biaya tenaga kerja

Tempat perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya.

Perbedaan Tempat dan Letak Perusahaan.
Perbedaan letak perusahaan dan tempat kedudukan perusahaan terletak pada fungsinya. Tempat kedudukan perusahaan berfungsi sebagai tempat administrasi perusahaan tersebut dan cenderung ke kota-kota besar, sedangkan letak perusahaan berfungsi sebagai tempat mengolah produk (keadaan fisik perusahaan untuk melaksanakan kegiatan operasional).


PERBEDAAN ANTARA LINGKUNGAN EKSTERNAL MIKRO DAN MAKRO  DALAM DUNIA USAHA

Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan.
Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :

1.      Lingkungan eksternal makro adalah lingkungan eksternal  yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha.

Contoh :
1.      Teknologi
Dalam setiap masyarakat atau industri , tingkat kemajuan memainkan peranan yang berarti . Sebagai contoh kemajuan teknologi akan menurunkan permintaan akan manajer- manajer menengah dan lini pertama, Banyak perusahaan sekarang menggunakan komputer untuk meramalkan operasi-operasi dan schedulin produksinya , dimana pada waktu yang lalu dilakukan oleh fungsi – fungsi manajemen menengah. Inovasi teknologi dapat juga menimbulkan posisi persaingan baru dalam industri – industri yang berbeda. Ini semua menuntut manajer perusahaan bersikap tanggap terhadap tantangan – tantangan dan mampu memanfaatkan kesempatan yang ada. Manajer perlu senantiasa menaksir arah perkembangan teknologi dan memperkirakan perngaruhnya pada organisasi atau melakukan peramalan teknologi.

2.      Ekonomi
Para manajer akan selalu terlibat dengan masalah-masalah biaya sumber daya – sumber daya yang dibutuhkan dalam organisasi. Biaya ini berubah-berubah setiap waktu karena pengaruh faktor – faktor ekonomi. Sehingga manajer senantiasa perlu menganalisa dan mendiagnosa faktor – faktor ekonomi, seperti kecenderungan inflasi atau deflasi harga-harga barang dan jasa, kebijaksanaan moneter, dan kebijaksanaan fisikal dll, jadi manajer perusahaan harus mencurahkan waktu dan sumber daya untuk melakukan peramalan ekonomi dan antisipasi perubahan harga.

3.      Lingkungan sosial kebudayaan
Merupakan pedoman hidup yang menentukan bagaimana hampir seluruh organisasi dan manajer harus beroperasi . Lingkungan ini mencakup kepercayaan , nilai-nilai, sikap-sikap, pandangan serta pola kehidupan yang dibentuk oleh tradisi , pendidikan, kelompok , ethnis, teknologi , demografi, geografis, serta agama dan kepercayaan dari sekelompok atau seluruh masyarakat tertentu. Pengaruh dari pedoman hidup ini dapat sangat luas atau felatif sempit . Misal, batasan bagi pekerja wanita mungkin hanya berlaku disuatu daerah, tetapi dapat juga berlaku secara nasional

4.      Dimensi Internasional
Komponen Internasional dalam lingkungan eksternal juga menyajikan kesempatan-kesempatan dan tantangan-tantangan serta mempunyai potensi menjadi faktor yang berpengaruh langsung pada operasi perusahaan. Kekuatan-kekuatan internasional ini berpengaruh melalui perkembangan politik dunia, ketergantungan ekonom transfer teknologi. Lebih sempit lagi, kekuatan ini berwujud misalnya keterrgantungan sumberdaya impor, keadaan resesi, persaingan dengan perusahaan – perusahaan multinasional, tingkat pertukaran mata uang asing dsb. Maka hendaknya manajer mampu menanalisa dan mengantisipasi untuk kemudian meletakkan dasar yang kuat dalam menghadapi perkembangan dunia internasional.


2.         Lingkungan eksternal mikro adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.

Contoh :
1.       Para pesaing
Lingkungan persaingan perusahaan tercemin dari tipe , jumlah dan norma – norma perilaku organisasi pesaing. Dengan pemahaman akan lingkungan persaingan yang dihadapinya , organisasi dapat mengetahui posisi persaingannya  sehingga lebih mampu mengoptimalkan operasi – operasinya.

2.       Langganan
Strategi kebijaksanaan dan taktik pemasaran perusahaan sangat tergantung situasi pasar dan langganan. Analisa langganan berguna untuk mengantisipasi perubahan perilaku pasar atau langganan dan mengarahkan pengolakasian sumberdayanya sesuai kebutuhan dan keinginan langganan.

3.       Pasar tenaga kerja
Organisasi memerlukan sejumlah karyawan dengan berbagai bermacam – macam  ketrampilan , kemampuan , dan pengalaman/ Kemampuan menarik dan mempertahankan karyawan yang cakap merupakan kebutuhan prasyarat bagi perusahaan yang sukses .

4.       Lembaga keuangan
Organisasi tergantung pada bermacam-macam lembaga keuangaan untuk memperluas kegiatan-kegiatannya . Kebutuhan akan dana dari lembaga-lembaga keuangan tersebut dapat jangka pendek untuk membelanjai operasi-operasinya atau jangka panjang untuk membangun fasilitas baru dan membeli peralatan baru.

5.       Para penyedia
Setap organisasi sangat tergantung pada sumber-sumber dari sumber daya untuk memenuhi kebutuhan baku (mentah) , bahan pembantu, pelayanan energi , dan peralatan yang digunakan untuk memproduksi keluaran.

6.       Perwakilan pemerintah
Hubungan organisasi dengan perwakilan-perwakilan pemerintah berkembang semakin komples. disamping merupakan atau menjadi para penyedia dan kreditur bagi perusahaan, juga menetapkan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi organisasi , prosedur-prosedur perijinan dll.



Sumber: