Senin, 17 Oktober 2016

Handling Complain - Business Letters

Dear Costumer

 Thank you for your email.

Firstly we would like to apologize for the inconvenience and disappointment that you experienced in dealing with our service recently. We assure you that your complaint and feedback will give the opportunity to remedy any problem that may exist and help to improve our service further. We'll soon replace the mistake with the correct order and we’ll give you a gift, to the items we've sent and does not comply with the request that you want the items you can send to the address "Jl. Happy Always, West Java". As our apologies to the less than satisfactory service you can get a discount on your next purchasing in our store. Once again, please accept our sincere apologies and we look forward to serve you. Should you need any further clarification, please do not hesitate to contact us.

Best Regards.

“Beauty With Me”

Minggu, 16 Oktober 2016

Business Comunication

Employee : Marissa Sabara (26214405)
Custumer : Ziyadatul Farihah (2C214678)

Selasa, 21 Juni 2016

Pengadilan Niaga

Pengadilan Niaga adalah Pengadilan Khusus yang dibentuk di lingkungan peradilan umum yang berwenang memeriksa, mengadili dan memberi putusan terhadap perkarakepailitan dan penundaan kewajiban dan pembayaran utang (PKPU). Pengadilan Niaga juga berwenang menangani sengketa-sengketa komersial lainnya seperti sengketa di bidang hak kekayaan intelektual (HKI) dan sengketa dalam proses likuidasi bank yang dilakukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kompetensi Pengadilan Niaga

1.    Kompetensi Relatif
Kompetensi relatif merupakan kewenangan atau kekuasaan mengadili antar Pengadilan Niaga. Pengadilan Niaga sampai saat ini baru ada lima. Pengadilan Niaga tersebut berkedudukan sama di Pengadilan Negeri. Pengadilan Niaga hanya berwenang memeriksa dan memutus perkara pada daerah hukumnya masing-masing. Pasal 3 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 menyatakan bahwa putusan atas permohonan pernyataan pailit diputus oleh Pengadilan Niaga yang daerah hukumnya meliputi daerah tempat kedudukan hukum Debitor, apabila debitor telah meninggalkan wilayah Negara Republik Indonesia, maka Pengadilan yang berwenang menjatuhkan putusan atas permohonan pernyataan pailit adalah Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan hukum terakhir Debitor. Dalam hal debitor adalah pesero suatu firma, Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan hukum firma tersebut juga berwenang memutuskan.
Debitur yang tidak berkedudukan di wilayah negara Republik Indonesia tetapi menjalankan profesi atau usahanya di wilayah negara Republik Indonesia, Pengadilan yang berwenang adalah Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan atau kantor pusat Debitor menjalankan profesi atau usahanya di wilayah negara Republik Indonesia. Dalam hal Debitor merupakan badan hukum, tempat kedudukan hukumnya adalah sebagaimana dimaksud dalam anggaran dasarnya. (Rudy A Lontoh & et. al, 2001 : 159)


2.    Kompetensi Absolut
Kompetensi absolut merupakan kewenangan memeriksa dan mengadili antar badan peradilan. Dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman mengatur tentang badan peradilan beserta kewenangan yang dimiliki. Pengadilan Niaga merupakan pengadilan khusus yang berada di bawah Pengadilan umum yang diberi kewenangan untuk memeriksa dan memutus permohonan pernyataan pailit dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Selain itu, menurut Pasal 300 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004, Pengadilan Niaga juga berwenang pula memeriksa dan memutus perkara lain di bidang perniagaan yang penetapannya dilakukan dengan undang-undang. Perkara lain di bidang perniagaan ini misalnya, tentang gugatan pembatalan paten dan gugatan penghapusan pendaftaran merek. Kedua hal tersebut masuk ke dalam bidang perniagaan dan diatur pula dalam undang-undang yaitu Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek. Dengan kompetensi absolut ini maka hanya Pengadilan Niaga sebagai satu-satunya badan peradilan yang berhak memeriksa dan memutus perkara-perkara tersebut. (Martiman Prodjohamidjojo.1999 : 17)

Hakim pengadilan niaga diangkat melalui keputusan ketua Mahkamah Agung. Syarat dapat diangkat menjadi Hakim niaga harus memenuhi ketentuan pasal 302, antara lain :
1. Telah berpengalaman sebagai hakim dalam lingkungan peradilan umum;
2. Mempunyai dedikasi dan menguasai pengetahuan di bidang masalah-masalah yang menjadi lingkup kewenangan Pengadilan Niaga;
3. Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela;
4. Telah berhasil menyelsaikan program  pelatihan khusus sebagai hakim pada Pengadilan

Ketentuan-ketentuan diatas hanyalah dapat di penuhi oleh hakim karier saja. namun UU kepailitan jg memberikan peluang adanya hakim Ad Hoc dengan syarat-syarat sbb: 

1. Mempunyai keahlian;
2. Mempunyai dedikasi dan menguasai di bidang masalah-masalah yang menjadi lingkup kewenangan Pengadilan Niaga;
3. Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela;
4. Telah berhasil menyelsaikan program  pelatihan khusus sebagai hakim pada Pengadilan



Berbeda dengan hakim karier, pengangkatan hakim ad hoc tersebut berdasarkan Keputusan Presiden atas usul Ketua Mahkamah Agung baik pada tingkat pertama, kasasi maupun peninjauan kembali. Dalam menjalankan tugasnya, hakim pengadilan niaga dibantu oleh seorang panitera atau panitera pengganti dan juru sita.(Jono, 2008 : 86)

Hukum Perdana dan Hukum Perdata

Hukum Perdata
Hukum Pidana
      1.       Aturan-aturan hukum yang mengatur tingkah laku setiap orang terhadap orang lain yang berkaitan dengan hak dan kewajiban yang timbul dalam pergaulan masyarakat maupun pergaulan keluarga.

      2.       Yang menjadi dasar berlakunya BW di Indonesia adalah pasal 1 aturan peralihan UUD 1945 , yang berbunyi : “segala peraturan perundang-undangan yang ada masih tetap berlaku selama belum diadakannya aturan yang baru menurut undang-undang dasar ini.”

      3.       Hukum perdata memperbolehkan untuk melakukan berbagai interpretasi terhadap Undang-Undang Hukum Perdata.

      4.       Dalam segi kebenaran hokum perdata yg ingin dicapai adalah kebenaran formal, yaitu kebenaran ternyata di pengadilan, melalui alat-alat yg sah
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      
      1.       Rangkaian peraturan-peraturan hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang yang satu dengan orang yang lain, atau antara subyek hukum yang satu dengan subyek hukum yang lain, dengan menitik beratkan pada kepentingan perseorangan, dimana ketentuan dan peraturan dimaksud dalam kepentingan untuk mengatur dan membatasi kehidupan manusia atau seseorang dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan atau kepentingan hidupnya.

      2.       Asas berlakunya hukum pidana adalah asas legalitas pasal 1(1) KUHPidana Yaitu yang berbunyi:
a.Sesuatu perbuatan tidak dapat dipidana, kecuali berdasarkan kekuatan ketentungan perundang-undangan pidana yang telah ada
b. Bilamana ada perubahan dalam perundang-undangan sesudah perbuatan dilakukan, maka terhadap terdakwa diterapkan ketentuan yang paling menguntungkannya

      3.       Hukum pidana hanya boleh ditafsirkan menurut arti kata dalam Undang-Undang Hukum Pidana itu sendiri. (penafsiran authentuik)

     4.       Kebenaran yg dicari adalah kebenaran materiil, yaitu kebenaran yang sesungguhnya meskipun tidak ternyara di pengadilan

Bait demi bait

Dia...
Siapa dia yang kau maksudkan?
Dia yang selalu tersenyum
Dia yang selalu memberikan semangat
Dia yang selalu membuat ku tersenyum
Dia yang mengajarkanku arti dari sebuah kejujuran
Dia yang selalu mengajarkan ku banyak hal positif
Dia yang selalu mendengarkan cerita ceritaku
Dia yang selalu bertahan meski selalu diberikan cobaan oleh-Nya
Aku pun tak dapat menyebutkannya semua
Darinya aku banyak belajar
Karnanya aku masih bertahan hingga saat ini
Bagiku dia yang terbaik dari segala yang terbaik yang ada di bumi ini
Meski kadang ku selalu menyakiti hatinya tanpa ku sadari
Namun dia tetap terus menjagaku, menyangiku, mencintaiku sepenuh hatinya
Terimakasih Ya Allah
Kau telah menciptakan malaikat untuk ku
Malaikat pelindungku
Jagalah ia YaAllah selama hidupku
Yang ku inginkan hanyalah ingin dia bahagia
Berikan kekuatan atas segala cobaan yg Engkau berikan
Karna bagiku dia lah sumber kebahagiaanku
Dia segalanya bagiku

ZF-


‘Ini Cerita SMA ku. Mana Cerita Mu?’

Sinopsis                      : Cerita klasik anak SMA yang pasti udah banyak anak yang mengalami kisah nano-nano-nya jadi anak sma. Persahabatan tiga manusia, dua laki-laki dan satu perempuan. Takdir tidak sengaja menyatukan mereka menjadi sahabat yang akhirnya mereka mendapakan  kisah SMA bersama. Mereka melakukan semuanya bareng, mulai dari di mos bareng, berangkat bareng, ketawa-ketawwa bareng, nangis bareng, sampe lulus sma bareng. Dengan karakter mereka yang berbeda namun saling mengisi kekurangan mereka  dengan kelebihan mereka. Namun semua itu berjalan lancar dan sebagaimana sahabat seharusnya sampai menjelang perpisahan kedua sahabat laki-laki mempunyai rasa yang sama terhadap satu-satunya sahabat perempuan mereka. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Inilah dioramanya…….


*Di stasiun kereta*

Febi : Mana sih si Bara, lama banget. (liat jam) udah jam berapa nih! Ada PM kan ah!

*dirumah Bara*

Bara    : (keluar kamar, buru2) Ma, aku berangkat dulu. (ngambil roti) Assalammualaikum.
Nyokap Bara (Ashifa) : Eeeh makan dulu!
Bara    : Udah ma…. (langsung kabur ngambil kunci motor trus jalan, jemput Febi di stasiun)

*di stasiun*

(si Febi ngeliat Bara)

Febi     : Aaaah akhirnya! Lama banget sih… udah jam berapa nih. (ngambil helm) lo lupa? Hari ini kita ada PM Kimia. Telat….. abis udah lo.
Bara    : Ohiak. Kampret, gue lupa bawa botol minum *nepok helm* Iye maaf gue semalem baru pulang jam 2. (A naik motor) Kita langsung kerumah si C? Kampret nih palingan dia belom bangun.
Febi     : Ah udah bawel! Dihukum paling lo sampe kelas. Ayo cepetan..

*nyampe rumah Dio*
*markir motor, langsung masuk rumah*

Febi     : Assalammualaikum Ooom. (Bara nyelonong masuk kamar Dio)
Bokap Dio (Yubi) : Langsung masuk aja (nyantai di teras rumah sambil ngopi)
Febi     : Ah iya om okeeeeh..

*dikamar Dio*

Bara       : Eh gila! Bangun udah jam segini, ayoooo! (narik selimut, mukul2in make guling)
Dio        : Aaaah hari ini gue gausah masuk deh, semalem gue abis telfonan sama cewek gue, dia lagi ngambeeek
Febi       : Eh udah cepetan bangun!! PM Kimia. Pak Lilik taaauuuuuuuuuuuuuuuk! Cepet dong! 10 menit lagi masuk.

*Keluar rumah Dio, udah rapih, Dio bawa motor, otw ke sekolah*

*Di parkiran sekolah, shoot*




*Nyampe kelas*

Riesandy : Eh Febi, makin cantik aja dari hari ke hari.
Hafis   : Udah cakep, pinter, rajin. Beuuhh!

(Febi, Bara, Dio cuek)

Riesandy : Tapi gaenak juga kali kalo dicuekin terus.

Kalo udah nyampe kelas, Febi langsung kembali ke habitatnya bersama wanita-wanita lain di kelasnya. Begitupun kedua sahabatnya yang juga kembali ke habitatnya masing2

*shoot anak-anak lagi pada main bekel*

Nocry   : Mbeeeeh, main bekel gaaaa?
Febi      : Istirahat aja deh cry. Ga mood gue. Kesiangan gara2 kucrut dua inih.
Andis    : Udah gausah ajak mbee sama pege. Mereka jago. Ntar gue kebalap lagi
Fatih     : Iya ndis. Bener tuh bener.

*Bel masuk*
Pege       : Siapa lagi yang mau main bekel. Udah bel tuh! Ga denger  apah? Tadaruuuuuuuuuus woy.
Khaula   : Tauk, Tadarus cry. Pak lilik udah jalan ke kelas noh.

*istirahat, Febi lagi sama Bara main laptop dan Dio*

Dio      : Gila! Cewek gue semalem ngambeknya kaya bayi kudanil yang udah berbulan2 ga dikasih makan. Ampe bosen sendiri gue.
Febi dan Bara : (ketawa)
Febi     : Lagian lo sih. Palingan juga baikan lagi.
Dio      : Iyelaaahhh gue.
Febi       : Gue nih yang ngenes. Si Michael gue coba mention kemarin. Tapi dia ga bales2. Aaaaahhhh cintaku bertepuk sebelah tangaaan *nyanyi*
Dio       : Udah makanya sama gue aje (ngerangkul Febi)
Febi       : Sialan lo! Ogah gue pikirin tuh cewek ‘kudanil’ lo! (nyingkirin tangan Dio dari pundak) Hahaha
Bara       : Udah udah. Gue aja yang jomblo biasa aja. Eh tau si (nyebut anak kelas XI) ga? Gue udah berhasil smsan sama dia. Aaaah gampang banget ditaklukin.
Febi     : Yang cakep itukan? Gila lo gokil banget. Trus ada niatan nembak ga?
Bara       : Gatau sih. Enggak kayanya. Ga tertarik. Lagian kan udah gue bilang berkali2: “Pacaran cuma buang2 waktu doang”
Dio      : Haah iye udah terserah lu dah.

*Bel masuk*


*Bel pulang, dikelas, memberi salam ke guru, anak2 bubar 1-1*

Bara     : Mau kemana buru2 amat. (ngomong ke Febi)
Febi                 : Iya gue mau ke toko kue dulunih, nyokap besok ulang tahun jadi harus buru2. (sambil masukin buku ke tas)
Bara     : Yaudah gue anterin deh.
Febi     : Eeeh? Seriusan? Lo emang sahabat gue deeeh!

*Tiba-tiba Dio dateng*
Dio      : Yahhhhh gue gak ikut. Mau jalan sama doi gueeee. Garagara semalem ngambek. Dia minta di temenin ke toko buku.
Bara     : Yaudahlah have fun sama kudanil looooh yaaa HAHAHA

*Keesokannya disekolah, istirahat kesatu sebelum bel*
(Febi main bekel sama anak-anak yang lain, sambil bercanda-bercanda)

(Dio dateng ngegangguin Febi)

Dio      : Udah bel jangan maen mulu (narik rambut A)
Febi     : A..a…a…sakit gila. Ganggu ajelo. Sana sana husss….!
Dio      : Udah SMA kelas 3 lagian masih aje maen beginian.
Febi     : Ah bawel lo! Sono sono kalo kesini cuma gangguin doang. *ngusir*
(Dio ketawa2 sambil ngeliatin si Febi main bekel)

*Padahal Bara daritadi ngeliatin Febi sama Dio*

*Disekolah, istirahat kedua*

Febi     : (nyamperin Bara, Dio) Eh solat yuk!
Dio      : Gue lagi pms
Bara     : Gue lagi sibuk mentionan sama (cewek kelas X)
Febi     : Ah alesan mulu lo berdua. Yaudah.
(Febi nyamperin temen-temen cewek ngajakin solat)

Febi     : Tih, sil, sholat yuuuk!
Fatih    : Yah mbi, lagi tanggung nih bekelannya.
Febi     : Elah, gue jalan sendiri nih.

*Keluar kelas*
Tiba-tiba luthfi nyodorin bunga persis di depan muka Febi.
Febi     : Apaan sih! Minggir dong gue mau sholat!

Febi langsung pergi ke musholah.

*bel pulang sekolah, selesai pelajaran terakhir*

Bella    : Mbiii, nanti jangan lupa kerja kelompok ya di sekolah sam…..
Febi     : *motong omongan bella* emang pada bisa apah? Bukannya mereka sibuk semua ya?
Darma             : Gue bisa kok mbiii. Devi sama Junet juga.
Febi     : Ohokeeeeh. Gue ikut. Bentar gue lapor jenderal dulu ye.

*Tiba tiba si Dio manggil Febi*
Dio      : Feb, mau bareng gue kagak? Cewek gue bawa motor tuhhhh.
Bara     : Jangan mau feb. Si ziya kan abis nampar dio. Jangan mau.
Febi     : Hhm…. Baru gue mau lapor kalian. Kalo hari ini kita gagal ngumpul di rumah lo Bar. Sabtu minggu depan aja deh ya. Mumet gue, tugas kagak abis-abis.
Dio dan Bara : Oh… yaudah deh.

*Pas kerja kelompok*
Devi    : Ada-ada aja nih tugas. Engga tau besok harus bangun pagi demi PM.
Darma : Iyak. Padahal udah kelas 3, tapi tugas masih banyak aja-.-
Febi     : yaaaaa gitu deh. Gue gumoh lama-lama. Ditambah lagi….. ah, udahlah.
Bella    : Kayaknya gue tau deh, apa yang lo maksud “ditambah lagi”. Gosip itu kan?
Febi     : Gosip paaan deh? Gosip mulu. 2 bulan lagi UN lo masih aje ngurusin gossip.
Darma             : udah, mending kita mulai deh. Bella mah gossip mulu-.-

*Pulang ke rumah*
Kaka 1 (Nanda) : Tem, tadi apis ke rumah tuh. Minta ajarin materi semester 1.
Febi     : Baru nyampe, udah dapet laporan lagi….. ada-ada aja tuh anak. Kebanyakan di depan laptop sih. ga ngerti deh apa yang dijelasin guru.
Nanda : yaudahlah, kamu istirahat aja gih. Besok pm kan?
Febi     : ho’oh *bikin idung babi*
Nanda : yeee, ngeledek.

*Istirahat kedua*
Bambang : Mbi, liat kolong meja lo ya nanti.
Aprima : Ciyeee mbi ciyeee.
Febi      : iye, ntar gue liat. *natap sinis ke Aprima* *pergi*

*Dijalan menuju masjid*
Luthfi datang bawa coklat.
Febi       : aduuuh minggir dong. Lo tuh yaaa, udah 4 hari kayak gini. Misi kek! *lanjut jalan*

Royyan nyamperin Febi
Royyan : Mbiiiii….. a… u… e….
Febi        : APAAN LAGI SIH!? UDAH GUE MAU KE MUSHOLAH. *ngeliat eca* Caaaa…. Bareng ke musholah dong!
Eca        : Yuk mbii....


*Dikelas, hafis, brilian, rifan*
Bara     : Itiiiiiiiiii cantik banget deeeh ;)
Brilian  : Wanjaaaarr lo. Kemarin si sherly yang baru lu deketin. Trus pas dia tau, lo Cuma pemberi harapan palsu, dia ga masuk sampe 2 minggu. Awas aja lo deketin mukti. Gue hajar lo,
Rifan   : Iye, awas aja deketin gebetan gue juga
Bara    : wetseh, tenang bos. Gue ga akan nge-phpin gebetan lu pada. Btw, lu punya gebetan juga fan? Kirain…… lu bakal sama anime-anime lu itu.
Rifan   : Apaan sih fis?-.- udah ah mau sholat gue. Bentar lagi bel masuk.
Bara    : (dalam hati) gabakalan gue ambil juga kali, Cuma dia yang paling berarti…… ah virus apa sih yang lo kasih ke gueeee.

*Pulang sekolah*
Yudis   : Yoooo, main futsal yuk. Ajak cewek lo juga deh. Refreshing kebanyakn pe-em.
Dio       : Gak dulu deh. Ga mood gue.

*Dio nyamperin si Bara sama Febi*
Dio      : Woi, kita sibuk banget nih. Jarang banget ngumpul.
Febi     : Namanya juga persiapan UN. Ya sibuk lah yaaa.
Bara     : Sabtu jadiin yok. Penat niiiiih.
Dio      : Sama gue juga.
Febi     : Oke fix sabtu  ya di rumah apiiiiiiiiiiiis!
Bara     : Iyeeeee, cil iyeeee. Semangat yaaa 2 bulan lagi dan kita FREEEEE!!!!

*Jumat*
Inggar : Feb, sabtu kita ada jam tambahan nih. Anak-anak butuh lo buat ajarin bahasa inggris.
Febi     : Ah kenapa lo bilangnya dadakan sihhhhhh……..
Inggar  : Anak-anak aja baru bilang ke guenya barusan…..
Febi     : Yodah deh.
Inggar  : Dirumah luthfi yaaa jam 10. Ada 15an anak yang dateng.

*Jumat Malem, Febi sms ke kedua temennya bilang kalo acaranya di undur lagi jadi sabtu depan, dan ketika kedua temanya membaca sms Febi mereka kecewa*

*Sabtu*
Selesai belajar kelompok.

*Luthfi nyamperin Febi.*
Luthfi : Udah ke tujuh kalinya gue dateng ke elo. Yang ke enam kali gue belom bilang apa-apa tapi lo udah marah-marah. Sekarang dengerin gue dulu dong Feb.
Febi     : Okeh gue dengerin.
Lutfi    : Sebenernya gue suka sama lo Feb dari awal gua sekelas sama lo. Gue selalu unjukin perhatian gue ke elo. Tapi lo cuek dan malah selalu ngomel ngomel. Padahal gue belom ngomong apa apa. Dan mungkin sekarang waktu yang tepat buat gua utarain perasaan gue ke lo Feb. Lo mau gak jadi pacar gue Feb?
Febi     : Gimana ya, gue juga bingung Fi mau jawab apa.
Lutfi    : Tapi kalo lo gak mau nerima gue juga gak papa kok. Tapi gue berharap banget lo mau nerima gue Feb.
Febi     : Hmm, yaudah Fi.
Lutfi    : Mau apa nih Feb?
Febi     : Mau jadi artis terkenal. Tadi lo nanya ke gue nya apa? Lah ngapa nanya lagi *sambil tertawa kecil*
Lutfi    : Serius Feb? Beneran? Alhamdulillah Ya Allah *tarik nafas lega*

Dengan berat hati Febi nerima lutfi padahal sebenernya di hati dia Cuma ada satu yang paling berkesan, yaitu Malik yang sekarang udah samaa Risti.

Malemnya 3 sahabat itu telfonan dan Febi nyeritain kalo dia udah ga single lagi..
*On the phone*
Febi     : Eh gue gak single lagi dong.
Dio      : Widihhh, sama siapa lo Feb?
Bara     : Yah gagal deh gua mendapatkan hati mu Feb haha.
Febi     : Iya gue jadian sama Lutfi. Sabtu kemaren dia nembak gue pas abis belajar kelompok.
Bara    : Kok lo mau sih sama dia. Dia kaaaaaannn. Hmmm diaaa kaaaaannnn. Dia apaan ya. Menurut lo dia apaan Dio?
Dio      : Hmm diaaa... diaaaa. Dia apaan ya. Gatau deh. Pokoknya ciiee lah yang punya pacar baru mah.
Febi     : Ih kalian tuh kenapa sih gak jelas deh.

Akhirnya karena selama mereka telfonan, kedua sahabatnya ngecengin Febi terus. Febi berniat hari senin untuk mutusin Luthfi karena dia tau Luthfi itu bukan yang terbaik untuknya

*Senin* Febi ngelaksanain apa yang udah ia rencanakan. Karena Febi lagi marah besar samaa kedua sahabatnya. Dia gamau ngomong sampe sabtu setelah UN dateng dimana mereka bertiga bakal cerita apapun yang mereka alami.

*Sabtu setelah UN*
Mereka bertiga ngumpul dirumah Bara, cerita masa lalu cinta mereka masing-masing. Rencanaa kuliah mereka. Sampe ngebahas perpisahan kelas yang akan diadain dua minggu lagi. Ngebahs mantannya Febi dan kelakuan playboynya Bara serta ga lupa betapa awetnya Ziya dan Dio.

Kedua sahabatnya membuat rencana bagaimana mereka dapat mengungkapkan perasaan yang terpendam sama febi.

*Satu hari sebelum kebun raya bogor*

Dio      : (ditelepon) Yaudah kita putus aja.
Bara     : (baru dateng, bawa minum) Lo putus? Kok bisa?
Dio      : Gue gamau ngebohongin perasaan gue terus. Perpisahan makin deket. Gue mau nembak seseorang.
Bara     : Jangan bilang…
Dio      : Lo juga?!

Berangkat pagi janjian di stasiun lama. Berangkat bareng naik kereta.

*PERPISAHAN KELAS, di Kebun Raya Bogor*
*anak2 pada ketawa, seru2an*
*Febi main sama anak-anak yang lain, cuma senyum-senyum biasa*

Dio      : Hari ini kita harus ngutarain perasaan kita. Siapa yang bisa dapetin waktu buat berdua sama dia lebih cepet dari yang lain, bakal punya change lebih gede. Sportif ya.
Bara     : Oke. Siapa takut.

*Bara langsung nyamperin Febi*

Bara    : Eh udah mainnya, gue mau nunjukin tempat yang asik nih, ayo. (narik tangan Febi)
Febi     : Kemana?
Dio      : Eh sialan gue udah keduluan.

(Bara ngajak ke suatu tempat. Basa-basi dulu, terus nembak tapi ditolak)
(Febi sama Bara balik ke tempat anak-anak ngumpul, muka Bara biasa aja)

Anak-anak : Kemana ajasih mau dimulai nih acaranya..
Febi     : Iya maaf ya

(Bara langsung nyamperin Dio)

Dio      : Sialan lo ngeduluin start. Diterima?
Bara     : Sahabat tetep sahabat *senyum tipis*
Dio      : DITOLAK BENERAN?! *speechless*

(Acara hiburan, anak2 pada nyanyi2)
(Dio nyamperin Febi)

Dio      : Boleh minjem Febi-nya bentar? (nanya ke anak2)
Anak2 cewek : Boleeh kok boleh banget!
Febi     : Apaan si. Kenapa sih lo sama Bara aneh banget hari ini? Kebanyakan nobar sih lo, udah kaya drama aja.
Dio      : Gue mau ngomong sama lo. Tapi ga disini.

(Dio ngajak Febi ketempat lain, Bara ngeliatin dari jauh.)
(Dio nembak Febi, ditolak juga sama Febi)
(Balik ke tempat anak2 ngumpul, muka Dio senyum2)
(Dio nyamperin Bara)

Bara     : Kalah nih gue ceritanya haahhh
Dio      : Yaaaaa sahabat tetep sahabat.
Bara     : (melototin Dio, Dio angkat bahu)



*KELULUSAN* di papan madding anak-anak udah nunggu pengumuman. Setelah mereka liat pengumuman, mereka semua gembira.

*3 bulan kemudian*

Febi     : Gue keterima PTN, daaaaaaannnnn gue jadian sama (cowok SMP). Ternyata perasaan dia juga sama kaya gue dari dulu.

Dio balikan sama mantannya. Mereka makin mesra aja.

Bara? Dia malah buka biro jodoh lewat social media. Dan makin banyak cewek2 yang klepek2 sama dia. Yang berhasil di jodohin: Brillian-Mukti, Rifan-Fatih, Dwi-Aprima. Mereka berenam jadi model iklan dan mengucapkan “TERIMAKASIH BARA!” dan Bara ngejawab “KARENA RASA BUKAN UNTUK DI PENDAM”. Itu motto biro jodohnya…..

“Ketika Sahabat menjadi Cinta, apa daya manusia menahan rasa?”

Sabtu, 18 Juni 2016

Drama sekolah

Balada Sutet In Love

Kelas
Pak Adi                        : (masuk panggung)
Ketua kelas      : “attention please, greeting to our theacher”
Siswa               : “good ________, sir”
Pak Adi                        : “how are you, today?”
Siswa               : “I’m not fine”           
Pak Adi                        : “not fine? waah kenapa nih ”
Siswa               : “capek, ngantuuuuk”
Pak Adi                        : “mana nih semangatnya….. bapak jadi inget sama alumni sekolah ini, ada yang pinter keblinger, ada yang ga tau dibilangin, ________________________________________________. (menghayal)
(dalam khayalan Pak Adi)

Halaman
Geng Cewek    : “Haaaaiiii Sutet”
Sutet                : (diam saja, bergaya cool)
Mila                 : “ Sutet, ini kue buat lo, gue bikin sendiri semaleman, lo terima ya”
Sutet                : “so, peduli amat gue” (pergi)
Mila                 : (pergi dengan berlinang air mata)

Sutet                : (melihat Dani) “eh, Dan Bembeng yuk”
Dani                 : “lo duluan aje, gue masih ada urusan” (ceritanya lagi duduk sambil tumpang kaki, ngerokok)
Galih                : (berlari sambil membawa setumpuk buku) “ eeehh tunggu”
Sutet & Dani    : (menoleh ke belakang)
Sutet                : “eeeh kutu buku,Bembeng ayok”
Galih                : “gue mau siih, tapi besok kan ulangan bahasa Inggris, emang kalian ga pada belajar?”
Dani                 : “belajar aja lo sono, besok gue nyontek”
Galih                : “Aduh gue jadi bingung”
Dani                 : “pegangan”
Soni                 : (datang)
Galih                : (pegangan pada Soni, tapi ia tidak sadar) “kok tiba-tiba gue merinding ya?”
Sutet & Dani    : (tertawa)
Soni                 : “bang, pada mau ke Bembeng yaaa, Sonia ikut dong bang”
Galih                : “ih lo ngapain sih, son” (kaget & geli)
Sutet                : “hahaha, udah ah gue duluan ya. Terserah lo mau ke Bembeng apa ga.”
Soni                 : “bang Dani, Sonia bareng abang ya..”
Dani                 : “kaga, kaga, nanti gue nyusul, ame Sutet aja.” (pergi)
Sutet                : “kagak, enak aja lo”
Galih                : “iiiihhhhh” (meninggalkan Soni         )
Soni                 : “iih, kok Sonia ditinggal si…. Bang Sutet, tungguin dong”

Sementara itu (di kelas)….
Dani                 : (menemui Chelsea) “Chel, ke Bembeng yok bareng gue”
Chelsea                        : “lo duluan aja Dan, gue masih nungguin Indah”
Dani                 : “ooohh, yaudah deh. Sampe ketemu di Bembeng ya Chel”
Chelsea                        : “okay”
Galih                : (menemui Chelsea) “Chel, lo ikut ke Bembeng ga? Anak-anak udh ke sana”
Chelsea                        : “anak-anak? Lo udah punya anak Lih?” (heran)
Galih                : “adduuuh, maksud gue Sutet, Dani, Soni udah pada ke sana”
Chelsea                        : “oohh, ngobrol dong”
Galih                : “huuuuft, lo ikut kaga ?”
Chelsea                        : “ikut deh”
Galih                : “yaudah ayok”
Chelsea                        : “ayo”

Sementara itu…
Emira               : “pokoknya gue harus menang dalam lomba kompetisi ini, apapun caranya, bakal gue lakuin” (kemudian menyanyi –Merindunya (Pingkan Mambo)-
Franda             : “woooy, udah pulang kalii masih aja latihan”
Emira               : “iiiih Franda, ngagetin aja. Ini tuh kompetisi bergengsi, jadi gue harus menang”
Franda             : “ obsesian banget si lo”
Emira               : “yeee, bilang aja lo sirik”
Franda             : “sorry ye, gue ga demen begituan. Eh by the way, lo mau ikut nongkrong ga ke Bembeng?”
Emira               : “ikut, tunggu bentar gue rapih2 dulu”
Franda             : “iyeee, ribeett”
Emira               : “sabar ngapa lu… ayok” (pergi)

Galih                : “eh, tunggu, tunggu, Chel. Lo denger sesuatu ga ?”
Chelsea                        : “sesuatu yang ada di hatiku, sesuatu yang ada di hatimu. Sesuatuuu yang ada di benakku, sesuatu juga ada dalam benakmu. Oooowww…”
Galih                : “aaduuh Chelsea, kok lo malah nyanyi si”
Chelsea                        : “upsi, upsi, sorry” (senyum)
Chelsea                        : “yaudah ayo mending kita liat suara tadi, gue jadi penasaran. Dimanaa?”
Galih                : “di situ tuh” (menunjuk)
Galih & Chelsea          : (mengendap-endap)
Chelsea                        : “Iindaaah? Ngapain lo di sini ?”
Indah               : “eh elo, Chel, engga kok. Gue nggak ngapa-ngapain di sini”
Chelsea                        : “kita mau ke Bembeng nih ndah, lo mau ikut gak?”
Indah               : “iya, gue ikut”
Chelsea                        : “yuk” (menggandeng Indah)

Cafe
Emira & Franda           : (datang)
Sutet                : (mencari Chelsea) “Chelsea mana ? lo ga bareng ama Chelsea ?”
Emira               : (turun dari motor) “Engga”
Franda             : “tadi si gue liat dia lagi sama si Dani di kelas.”
Franda             : “yaudah gue masuk dulu ya, ngadem”
Sutet                : (emosi) “Danniiii, awas aja lo ya” (memukul2 tangan)
        Terbakar Cemburu ( Padi) –

Beberapa menit kemudian, datanglah Galih, Chelsea, dan Indah…
Sutet                : “Nah, tuh dia orangnye. Kok lo baru nyampe Chel ?”
Chelsea                        : “upsi, upsi, sorry. Tadi gue nyari Indah dulu.”
Sutet                : “tuh di dalem udah ada Emira sama Franda.”
Chelsea                        : “yaudah yuk kita masuk”
(Chelsea, Galih & Indah masuk)
Sutet                : “mana tuh si kampret Dani” (memukul-mukul tangan sambil mundar-mandir)
Beberapa menit kemudian Dani muncul…
Sutet                : “nah tu dia”
Dani                 : (parkir motor)
Sutet                : “oh jadi urusan lo itu, ngedeketin Chelsea?”
Dani                 : “apaan sih lo!”
Sutet                : “lo denger baik-baik ya, Chelsea itu milik gue, lo harus ngejauhin dia” (menunjuk mata Dani)
Dani                 : “eh, emang Chelsea udah jadi cewe lo, belom kan ? santai aja bro” (menepuk dada Sutet lalu masuk)
Sutet                : “aaarggh” (pergi)

Hari-haripun berlalu dengan sangat cepat, Sutet dan Dani berlomba-lomba demi mendapatkan cinta Chelsea…
(Sutet dan Dani berpapasan, tetapi saling tidak menyapa, malah diem-dieman, dengan tatapan mata yang tajam)
Chelsea                        : (lewat)
Sutet                : “Chelsea, kantin yuk gue belom sarapan.” (megang tangan Chelsea, sambil megang perut)
Dani                 : “Aduh Chel, anterin gue ke UKS yuk, gue ngerasa kurang enak badan” (megang tangan Chelsea, sambil megang kepala)
Chelsea                        : “lo berdua apa-apaan si. Udah ah gue mau ke kelas” (melepaskan tangan keduanya)

Chelsea                        : (sedang duduk membaca buku)
Sutet                : (datang) “hai Chel”
Chelsea                        : (senyum)
Sutet                : “Chel, lo tau ga. Senyuman lo itu bikin jantung gue berdegub kenceeeng bangeeet.” (lalu berlutut dan memberi bunga) “Chel sejak pertama gue ngeliat lo, gue udah suka sama lo. loo mau ga jadi cewek gue?”
Chelsea                        : “hah?” (bingung)
Dani                 : (datang) “jangan Chel, dia kan playboy. Mending sama gue, gue bakal berubah demi lo kok”
Sutet & Dani    : (bertatapan muka dengan mata yang tajam)
Galih                : (melihat dan makanan yang ada di tangannya jatuh semua)
Chelsea                        : (melihat Galih) “Galih!” “aduh sorry ya guys, gue baruu aja jadian ama Galih” (menghampiri Galih dan pergi)
Dani                 : “kita udah keduluan si kutu buku bro”
Sutet                : “kantin aja yok”
Dani                 : “ngapain?”
Sutet                : “ngegalau” (pergi)

Di kelas…
Nindi               : (menghampiri Indah yang sedang make up an) Indah, lo dipanggil bu Ratih tuh di ruangannya.”
Indah               : “kenapa?”
Nindi               : “gue ga tau?”
Indah               : “oh yaudah makasih ya”
Nindi               : “iya”

Indah menemui Bu Ratih di ruangannya…
Bu Ratih          : “Indah, kalo nilai kamu terus menurun begini, sampe ujian kenaikan nanti. Maaf, Ibu ngga bisa bantu kamu untuk naik ke kelas XII. Walaupun dulunya kamu murid berprestasi” à rekaman (jadi, si Indah mengingat kata2 bu Ratih tadi, sosok Bu Ratih tidak tampak)
Indah berjalan sambil menangis mengingat kata2 dari Bu Ratih….

Cafe
Dani                 : “Eh si Indah kemana sih? Kok jarang banget ngumpul ama kita?”
Soni                 : “Nggak tau deh, dia sekarang jadi aneh gitu. Ke sekolah pake make up, nilai2nya pada turun juga lagi”
Dani                 : “Lo pada ngerasa ga sih kalo dia berubah?”
Emira               : “jangan-jangan dia lagi ada masalah?”
Soni                 : “mending kita bagi tugas, Sutet dan Galih ke rumah Indah, Gue dan Dani nyari Indah”
Dani                 : “oke, gue setuju. Ayo sya(mengajak Sutet)
Sutet                : “iye, iye”
Kemudian Chelsea dan Galih baru datang…
Chelsea                        : “kok udh pada bubar si? Baru juga gue dateng”
Dani                 : “ayo Chel, kita mau cari Indah”
Chelsea                        : “Ayo Lih” (naek motor)
Sutet                : “Yaudah Emira ama gue.”
Franda             : (sudah naik dimotor Soni)
Sutet                : “yaudah yok jalan.”

Halaman
Indah terus berjalan kemudian duduk..
Indah               : (menangis tersedu-sedu hingga make up nya luntur)
Dani                 : (melihat Indah sambil menunjuk) “eh itu Indah, ayo kita samperin”
Dani dkk menghampiri Indah..
Dani                 : (turun dari motor) “Indaah, lo kenapa?”
Indah               : “gue… ga kenapa-kenapa kok”
Dani                 : (duduk di samping Indah) “Lo jangan boong ama kita, kita semua tau kalo lo lagi punya masalah”
Soni                 : “Indah, lo cerita dong ama kita”
Indah               : “sebenernyaaa, bokap ama nyokap gue mau cerai”
Chelsea dkk datang…
Chelsea                        : “Indah lo ga kenapa-kenapa kan ?”
Sutet                : “oh ya ni ndah, nyokap lo mau ngomong”
Mama Indah    : “Sayang, maafin mama ya. Waktu itu mama dan papa lagi ngomongin perceraian temen mama. Mama ga tau kalo kamu denger dan salah sangka. Maafin mama ya sayang, hari ini mama dan papa bakal balik dari luarkota. Kamu baik2 ya sayang.”
Emira               : “lo udah denger sendiri kan ndah bokap nyokap lo ngga cerai”
Dani                 : “lagian lo kan masih punya kita. Kita akan selalu ada buat lo kok”
Indah               : “makasih ya semuanya” (berpelukan)
Dani                 : “oh ya, gue mau ngomong sesuatu ama lo. lo mau ga jadian ama gue”
Semua              : “terima2”
Indah               : (angguk2)
Semua              : “yaeay”
Sutet                :  “masa cogan Smande kalah si, gue juga gam au ngejomblo lagi ah.” (mendekati Emira) “Ra, lo mau ga jadi cewe gue”
Emira               : “maauuu”
Semua              : (tertawa)
Emira               : “sekarang tinggal si maho ama tomboy nih”
Soni                 : “ih gue ga maho tau, sebenernya gue suka ama Franda tapi gue takut dia ga suka ama gue”
Chelsea                        : “udah lo berdua jadian aja, lo cocok kok. tembaklah son !”
Soni                 : “Franda, maukah kau menjadi kekasihku?”
Franda             : “kok semuanya pada ngeliatin gue sih? Iya2 gue mau”
Akhirnya mereka berdiri berpasang-pasangan…

Kelas
Pak Adi                        : “kalo inget mereka saya jadi pengen ketawa terus. Saya sebenernya ngiri loh ama mereka, mereka gampang banget dapet pasangan di sekolah. Sedangkan saya, susaaah banget ampe dicengin ama mereka2 tadi tuh. Huft bu sensei…” (membayangkan bu sensei datang ke arah Pak Adi, dan mengajaknya bergabung dengan murid-murid yang lain”
Bu sensei         : (datang ke arah Pak Adi dengan senyuman dan mengajaknya bergabung dengan murid-murid yang lain)



-TAMAT-