Jumat, 18 November 2016
Senin, 17 Oktober 2016
Handling Complain - Business Letters
Dear
Costumer
Thank you for your
email.
Firstly we would like to apologize
for the inconvenience and disappointment that you experienced in dealing with
our service recently. We assure you that your complaint and feedback will give
the opportunity to remedy any problem that may exist and help to improve our
service further. We'll
soon replace the mistake with the correct order and we’ll give you a gift, to the items
we've sent and does not comply with the request that you want the items you can
send to the address "Jl. Happy Always, West Java". As our apologies
to the less than satisfactory service you can get a discount on your next
purchasing in our store. Once again, please accept our sincere apologies and we look
forward to serve you. Should
you need any further clarification, please do not hesitate to contact us.
Best
Regards.
“Beauty
With Me”
Minggu, 16 Oktober 2016
Selasa, 21 Juni 2016
Pengadilan Niaga
Pengadilan
Niaga adalah Pengadilan Khusus yang dibentuk di
lingkungan peradilan umum yang berwenang memeriksa,
mengadili dan memberi putusan terhadap perkarakepailitan dan penundaan
kewajiban dan pembayaran utang (PKPU). Pengadilan Niaga juga
berwenang menangani sengketa-sengketa komersial lainnya seperti sengketa di
bidang hak kekayaan intelektual (HKI) dan
sengketa dalam proses likuidasi bank yang dilakukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Kompetensi Pengadilan Niaga
1. Kompetensi Relatif
1. Kompetensi Relatif
Kompetensi relatif merupakan kewenangan atau
kekuasaan mengadili antar Pengadilan Niaga. Pengadilan Niaga sampai saat ini
baru ada lima. Pengadilan Niaga tersebut berkedudukan sama di Pengadilan
Negeri. Pengadilan Niaga hanya berwenang memeriksa dan memutus perkara pada
daerah hukumnya masing-masing. Pasal 3 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004
menyatakan bahwa putusan atas permohonan pernyataan pailit diputus oleh
Pengadilan Niaga yang daerah hukumnya meliputi daerah tempat kedudukan hukum
Debitor, apabila debitor telah meninggalkan wilayah Negara Republik Indonesia,
maka Pengadilan yang berwenang menjatuhkan putusan atas permohonan pernyataan
pailit adalah Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan hukum
terakhir Debitor. Dalam hal debitor adalah pesero suatu firma, Pengadilan yang
daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan hukum firma tersebut juga berwenang
memutuskan.
Debitur yang tidak berkedudukan di wilayah
negara Republik Indonesia tetapi menjalankan profesi atau usahanya di wilayah
negara Republik Indonesia, Pengadilan yang berwenang adalah Pengadilan yang
daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan atau kantor pusat Debitor menjalankan
profesi atau usahanya di wilayah negara Republik Indonesia. Dalam hal Debitor
merupakan badan hukum, tempat kedudukan hukumnya adalah sebagaimana dimaksud
dalam anggaran dasarnya. (Rudy A Lontoh & et. al, 2001 : 159)
2. Kompetensi
Absolut
Kompetensi absolut merupakan kewenangan
memeriksa dan mengadili antar badan peradilan. Dalam Undang-Undang Nomor 4
Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman mengatur tentang badan peradilan beserta
kewenangan yang dimiliki. Pengadilan Niaga merupakan pengadilan khusus yang
berada di bawah Pengadilan umum yang diberi kewenangan untuk memeriksa dan
memutus permohonan pernyataan pailit dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.
Selain itu, menurut Pasal 300 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004,
Pengadilan Niaga juga berwenang pula memeriksa dan memutus perkara lain di
bidang perniagaan yang penetapannya dilakukan dengan undang-undang. Perkara
lain di bidang perniagaan ini misalnya, tentang gugatan pembatalan paten dan
gugatan penghapusan pendaftaran merek. Kedua hal tersebut masuk ke dalam bidang
perniagaan dan diatur pula dalam undang-undang yaitu Undang-Undang Nomor 14
Tahun 2001 tentang Paten dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek.
Dengan kompetensi absolut ini maka hanya Pengadilan Niaga sebagai satu-satunya
badan peradilan yang berhak memeriksa dan memutus perkara-perkara tersebut.
(Martiman Prodjohamidjojo.1999 : 17)
Hakim pengadilan niaga diangkat melalui keputusan ketua Mahkamah Agung. Syarat dapat diangkat menjadi Hakim niaga harus memenuhi ketentuan pasal 302, antara lain :
1. Telah berpengalaman sebagai hakim dalam lingkungan peradilan umum;
2. Mempunyai dedikasi dan menguasai pengetahuan di bidang masalah-masalah yang menjadi lingkup kewenangan Pengadilan Niaga;
3. Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela;
4. Telah berhasil menyelsaikan program pelatihan khusus sebagai hakim pada Pengadilan
Ketentuan-ketentuan diatas hanyalah dapat di penuhi oleh hakim karier saja. namun UU kepailitan jg memberikan peluang adanya hakim Ad Hoc dengan syarat-syarat sbb:
1. Mempunyai keahlian;
2. Mempunyai dedikasi dan menguasai di bidang masalah-masalah yang menjadi lingkup kewenangan Pengadilan Niaga;
3. Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela;
4. Telah berhasil menyelsaikan program pelatihan khusus sebagai hakim pada Pengadilan
Hakim pengadilan niaga diangkat melalui keputusan ketua Mahkamah Agung. Syarat dapat diangkat menjadi Hakim niaga harus memenuhi ketentuan pasal 302, antara lain :
1. Telah berpengalaman sebagai hakim dalam lingkungan peradilan umum;
2. Mempunyai dedikasi dan menguasai pengetahuan di bidang masalah-masalah yang menjadi lingkup kewenangan Pengadilan Niaga;
3. Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela;
4. Telah berhasil menyelsaikan program pelatihan khusus sebagai hakim pada Pengadilan
Ketentuan-ketentuan diatas hanyalah dapat di penuhi oleh hakim karier saja. namun UU kepailitan jg memberikan peluang adanya hakim Ad Hoc dengan syarat-syarat sbb:
1. Mempunyai keahlian;
2. Mempunyai dedikasi dan menguasai di bidang masalah-masalah yang menjadi lingkup kewenangan Pengadilan Niaga;
3. Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela;
4. Telah berhasil menyelsaikan program pelatihan khusus sebagai hakim pada Pengadilan
Berbeda dengan hakim karier, pengangkatan hakim ad hoc
tersebut berdasarkan Keputusan Presiden atas usul Ketua Mahkamah Agung baik
pada tingkat pertama, kasasi maupun peninjauan kembali. Dalam menjalankan
tugasnya, hakim pengadilan niaga dibantu oleh seorang panitera atau panitera
pengganti dan juru sita.(Jono, 2008 : 86)
Hukum Perdana dan Hukum Perdata
|
Hukum Perdata
|
Hukum Pidana
|
|
1. Aturan-aturan hukum yang
mengatur tingkah laku setiap orang terhadap orang lain yang berkaitan dengan
hak dan kewajiban yang timbul dalam pergaulan masyarakat maupun pergaulan
keluarga.
2. Yang
menjadi dasar berlakunya BW di Indonesia adalah pasal 1 aturan peralihan UUD
1945 , yang berbunyi : “segala
peraturan perundang-undangan yang ada masih tetap berlaku selama belum
diadakannya aturan yang baru menurut undang-undang dasar ini.”
3. Hukum
perdata memperbolehkan untuk melakukan berbagai interpretasi terhadap
Undang-Undang Hukum Perdata.
4. Dalam segi kebenaran hokum perdata
yg ingin dicapai adalah kebenaran formal, yaitu kebenaran ternyata di
pengadilan, melalui alat-alat yg sah
|
1. Rangkaian
peraturan-peraturan hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang yang satu
dengan orang yang lain, atau antara subyek hukum yang satu dengan subyek
hukum yang lain, dengan menitik beratkan pada kepentingan perseorangan,
dimana ketentuan dan peraturan dimaksud dalam kepentingan untuk mengatur dan
membatasi kehidupan manusia atau seseorang dalam usaha untuk memenuhi
kebutuhan atau kepentingan hidupnya.
2. Asas
berlakunya hukum pidana adalah asas legalitas pasal 1(1) KUHPidana Yaitu yang berbunyi:
a.Sesuatu perbuatan tidak dapat
dipidana, kecuali berdasarkan kekuatan ketentungan perundang-undangan pidana
yang telah ada
b. Bilamana ada perubahan dalam
perundang-undangan sesudah perbuatan dilakukan, maka terhadap terdakwa
diterapkan ketentuan yang paling menguntungkannya
3.
Hukum pidana hanya boleh ditafsirkan menurut arti kata dalam Undang-Undang
Hukum Pidana itu sendiri. (penafsiran authentuik)
4. Kebenaran yg dicari adalah
kebenaran materiil, yaitu kebenaran yang sesungguhnya meskipun tidak ternyara
di pengadilan
|
Bait demi bait
Dia...
Siapa dia yang kau maksudkan?
Dia yang selalu tersenyum
Dia yang selalu memberikan semangat
Dia yang selalu membuat ku tersenyum
Dia yang mengajarkanku arti dari sebuah kejujuran
Dia yang selalu mengajarkan ku banyak hal positif
Dia yang selalu mendengarkan cerita ceritaku
Dia yang selalu bertahan meski selalu diberikan cobaan oleh-Nya
Aku pun tak dapat menyebutkannya semua
Darinya aku banyak belajar
Karnanya aku masih bertahan hingga saat ini
Bagiku dia yang terbaik dari segala yang terbaik yang ada di bumi ini
Meski kadang ku selalu menyakiti hatinya tanpa ku sadari
Namun dia tetap terus menjagaku, menyangiku, mencintaiku sepenuh hatinya
Terimakasih Ya Allah
Kau telah menciptakan malaikat untuk ku
Malaikat pelindungku
Jagalah ia YaAllah selama hidupku
Yang ku inginkan hanyalah ingin dia bahagia
Berikan kekuatan atas segala cobaan yg Engkau berikan
Karna bagiku dia lah sumber kebahagiaanku
Dia segalanya bagiku
ZF-
‘Ini Cerita SMA ku. Mana Cerita Mu?’
Sinopsis : Cerita klasik anak SMA yang pasti udah banyak
anak yang mengalami kisah nano-nano-nya jadi anak sma. Persahabatan tiga
manusia, dua laki-laki dan satu perempuan. Takdir tidak sengaja menyatukan
mereka menjadi sahabat yang akhirnya mereka mendapakan kisah SMA bersama. Mereka melakukan semuanya
bareng, mulai dari di mos bareng, berangkat bareng, ketawa-ketawwa bareng,
nangis bareng, sampe lulus sma bareng. Dengan karakter mereka yang berbeda
namun saling mengisi kekurangan mereka
dengan kelebihan mereka. Namun semua itu berjalan lancar dan sebagaimana
sahabat seharusnya sampai menjelang perpisahan kedua sahabat laki-laki
mempunyai rasa yang sama terhadap satu-satunya sahabat perempuan mereka.
Bagaimana kelanjutan kisahnya? Inilah dioramanya…….
*Di stasiun kereta*
Febi : Mana sih si Bara, lama banget. (liat
jam) udah jam berapa nih! Ada PM kan ah!
*dirumah Bara*
Bara : (keluar kamar,
buru2) Ma, aku berangkat dulu. (ngambil roti) Assalammualaikum.
Nyokap Bara (Ashifa) : Eeeh makan dulu!
Bara : Udah ma…. (langsung kabur ngambil kunci motor trus jalan, jemput Febi di stasiun)
*di stasiun*
(si Febi ngeliat Bara)
Febi : Aaaah akhirnya!
Lama banget sih… udah jam berapa nih. (ngambil helm) lo lupa? Hari ini kita ada
PM Kimia. Telat….. abis udah lo.
Bara : Ohiak. Kampret, gue
lupa bawa botol minum *nepok helm* Iye maaf gue semalem baru pulang jam 2. (A
naik motor) Kita langsung kerumah si C? Kampret nih palingan dia belom bangun.
Febi : Ah udah
bawel! Dihukum paling lo sampe kelas. Ayo cepetan..
*nyampe rumah Dio*
*markir motor, langsung masuk rumah*
Febi :
Assalammualaikum Ooom. (Bara nyelonong masuk kamar Dio)
Bokap Dio (Yubi) : Langsung masuk aja (nyantai di teras rumah sambil ngopi)
Febi : Ah iya
om okeeeeh..
*dikamar Dio*
Bara : Eh gila! Bangun udah jam segini, ayoooo! (narik selimut, mukul2in
make guling)
Dio : Aaaah hari ini
gue gausah masuk deh, semalem gue abis telfonan sama cewek gue, dia lagi
ngambeeek
Febi : Eh udah cepetan
bangun!! PM Kimia. Pak Lilik taaauuuuuuuuuuuuuuuk! Cepet dong! 10 menit lagi
masuk.
*Keluar rumah Dio, udah rapih, Dio bawa motor, otw ke sekolah*
*Di parkiran sekolah, shoot*
*Nyampe kelas*
Riesandy : Eh Febi, makin cantik aja dari hari ke hari.
Hafis : Udah cakep, pinter, rajin. Beuuhh!
(Febi, Bara, Dio cuek)
Riesandy : Tapi gaenak juga kali kalo dicuekin terus.
Kalo udah nyampe kelas, Febi langsung
kembali ke habitatnya bersama wanita-wanita lain di kelasnya. Begitupun kedua
sahabatnya yang juga kembali ke habitatnya masing2
*shoot anak-anak lagi pada main bekel*
Nocry
: Mbeeeeh, main bekel gaaaa?
Febi
: Istirahat aja deh cry. Ga mood gue. Kesiangan gara2 kucrut dua inih.
Andis
: Udah gausah ajak mbee sama pege. Mereka jago. Ntar gue kebalap lagi
Fatih
: Iya ndis. Bener tuh bener.
*Bel masuk*
Pege : Siapa lagi yang
mau main bekel. Udah bel tuh! Ga denger
apah? Tadaruuuuuuuuuus woy.
Khaula : Tauk, Tadarus cry. Pak lilik udah jalan ke kelas noh.
*istirahat, Febi lagi sama Bara main laptop dan Dio*
Dio : Gila! Cewek gue semalem ngambeknya kaya bayi kudanil yang udah
berbulan2 ga dikasih makan. Ampe bosen sendiri gue.
Febi dan Bara : (ketawa)
Febi : Lagian lo sih.
Palingan juga baikan lagi.
Dio : Iyelaaahhh gue.
Febi : Gue nih yang ngenes. Si Michael gue coba mention kemarin. Tapi dia ga
bales2. Aaaaahhhh cintaku bertepuk sebelah tangaaan *nyanyi*
Dio : Udah makanya sama gue aje (ngerangkul Febi)
Febi : Sialan lo! Ogah gue pikirin tuh cewek ‘kudanil’ lo! (nyingkirin
tangan Dio
dari pundak) Hahaha
Bara : Udah udah. Gue
aja yang jomblo biasa aja. Eh tau si (nyebut anak kelas XI) ga? Gue udah
berhasil smsan sama dia. Aaaah gampang banget ditaklukin.
Febi : Yang cakep
itukan? Gila lo gokil banget. Trus ada niatan nembak ga?
Bara : Gatau sih.
Enggak kayanya. Ga tertarik. Lagian kan udah gue bilang berkali2: “Pacaran cuma
buang2 waktu doang”
Dio : Haah iye udah
terserah lu dah.
*Bel masuk*
*Bel pulang, dikelas, memberi salam ke guru, anak2
bubar 1-1*
Bara : Mau kemana buru2 amat. (ngomong ke Febi)
Febi : Iya
gue mau ke toko kue dulunih, nyokap besok ulang tahun jadi harus buru2. (sambil
masukin buku ke tas)
Bara : Yaudah gue anterin deh.
Febi : Eeeh? Seriusan?
Lo emang sahabat gue deeeh!
*Tiba-tiba
Dio dateng*
Dio : Yahhhhh gue gak
ikut. Mau jalan sama doi gueeee. Garagara semalem ngambek. Dia minta di temenin
ke toko buku.
Bara : Yaudahlah have fun sama kudanil looooh yaaa HAHAHA
*Keesokannya disekolah, istirahat kesatu sebelum
bel*
(Febi main bekel sama anak-anak yang lain, sambil
bercanda-bercanda)
(Dio dateng ngegangguin Febi)
Dio : Udah bel jangan maen mulu (narik rambut A)
Febi : A..a…a…sakit
gila. Ganggu ajelo. Sana sana husss….!
Dio : Udah SMA kelas 3 lagian masih aje maen beginian.
Febi : Ah bawel lo! Sono
sono kalo kesini cuma gangguin doang. *ngusir*
(Dio ketawa2 sambil ngeliatin si Febi main bekel)
*Padahal Bara daritadi ngeliatin Febi sama Dio*
*Disekolah, istirahat kedua*
Febi : (nyamperin Bara, Dio) Eh solat yuk!
Dio : Gue lagi pms
Bara : Gue
lagi sibuk mentionan sama (cewek kelas X)
Febi : Ah alesan mulu
lo berdua. Yaudah.
(Febi nyamperin temen-temen cewek ngajakin solat)
Febi : Tih, sil, sholat
yuuuk!
Fatih
: Yah mbi, lagi tanggung nih bekelannya.
Febi : Elah, gue jalan
sendiri nih.
*Keluar kelas*
Tiba-tiba luthfi nyodorin bunga persis di
depan muka Febi.
Febi : Apaan sih! Minggir dong gue mau sholat!
Febi langsung pergi ke musholah.
*bel pulang sekolah, selesai pelajaran
terakhir*
Bella : Mbiii,
nanti jangan lupa kerja kelompok ya di sekolah sam…..
Febi : *motong omongan bella* emang pada bisa apah? Bukannya mereka sibuk
semua ya?
Darma :
Gue bisa kok mbiii. Devi sama Junet juga.
Febi :
Ohokeeeeh. Gue ikut. Bentar gue lapor jenderal dulu ye.
*Tiba tiba si Dio manggil Febi*
Dio :
Feb, mau bareng gue kagak? Cewek gue bawa motor tuhhhh.
Bara : Jangan mau feb. Si ziya
kan abis nampar dio. Jangan mau.
Febi : Hhm…. Baru gue mau
lapor kalian. Kalo hari ini kita gagal ngumpul di rumah lo Bar. Sabtu minggu depan
aja deh ya. Mumet gue, tugas kagak abis-abis.
Dio dan Bara : Oh… yaudah deh.
*Pas kerja kelompok*
Devi
: Ada-ada aja nih tugas. Engga tau besok
harus bangun pagi demi PM.
Darma : Iyak. Padahal udah kelas 3, tapi
tugas masih banyak aja-.-
Febi
: yaaaaa gitu deh. Gue gumoh lama-lama.
Ditambah lagi….. ah, udahlah.
Bella : Kayaknya
gue tau deh, apa yang lo maksud “ditambah lagi”. Gosip itu kan?
Febi
: Gosip paaan deh? Gosip mulu. 2 bulan lagi
UN lo masih aje ngurusin gossip.
Darma :
udah, mending kita mulai deh. Bella mah gossip mulu-.-
*Pulang ke rumah*
Kaka 1 (Nanda) : Tem, tadi apis ke rumah
tuh. Minta ajarin materi semester 1.
Febi : Baru nyampe, udah dapet laporan lagi….. ada-ada aja tuh anak.
Kebanyakan di depan laptop sih. ga ngerti deh apa yang dijelasin guru.
Nanda : yaudahlah, kamu
istirahat aja gih. Besok pm kan?
Febi
: ho’oh *bikin idung babi*
Nanda : yeee, ngeledek.
*Istirahat kedua*
Bambang : Mbi, liat kolong meja lo ya
nanti.
Aprima : Ciyeee mbi ciyeee.
Febi : iye, ntar gue liat.
*natap sinis ke Aprima* *pergi*
*Dijalan menuju masjid*
Luthfi datang bawa coklat.
Febi : aduuuh minggir dong. Lo tuh yaaa, udah 4 hari kayak gini. Misi
kek! *lanjut jalan*
Royyan nyamperin Febi
Royyan : Mbiiiii….. a… u… e….
Febi : APAAN LAGI SIH!? UDAH GUE MAU KE MUSHOLAH. *ngeliat eca* Caaaa…. Bareng ke
musholah dong!
Eca :
Yuk mbii....
*Dikelas, hafis, brilian, rifan*
Bara : Itiiiiiiiiii cantik
banget deeeh ;)
Brilian : Wanjaaaarr lo. Kemarin si
sherly yang baru lu deketin. Trus pas dia tau, lo Cuma pemberi harapan palsu,
dia ga masuk sampe 2 minggu. Awas aja lo deketin mukti. Gue hajar lo,
Rifan :
Iye, awas aja deketin gebetan gue juga
Bara : wetseh, tenang bos. Gue ga akan nge-phpin
gebetan lu pada. Btw, lu punya gebetan juga fan? Kirain…… lu bakal sama
anime-anime lu itu.
Rifan
: Apaan sih fis?-.- udah ah mau sholat gue. Bentar lagi bel masuk.
Bara : (dalam hati) gabakalan gue ambil juga
kali, Cuma dia yang paling berarti…… ah virus apa sih yang lo kasih ke gueeee.
*Pulang sekolah*
Yudis
: Yoooo, main futsal yuk. Ajak cewek lo juga deh. Refreshing kebanyakn
pe-em.
Dio
: Gak dulu deh. Ga mood gue.
*Dio nyamperin si Bara sama Febi*
Dio
: Woi, kita sibuk banget nih. Jarang banget
ngumpul.
Febi
: Namanya juga persiapan UN. Ya sibuk lah
yaaa.
Bara : Sabtu jadiin yok.
Penat niiiiih.
Dio
: Sama gue juga.
Febi
: Oke fix sabtu ya di rumah apiiiiiiiiiiiis!
Bara : Iyeeeee, cil
iyeeee. Semangat yaaa 2 bulan lagi dan kita FREEEEE!!!!
*Jumat*
Inggar : Feb, sabtu kita ada
jam tambahan nih. Anak-anak butuh lo buat ajarin bahasa inggris.
Febi
: Ah kenapa lo bilangnya dadakan sihhhhhh……..
Inggar
: Anak-anak aja baru bilang ke guenya barusan…..
Febi
: Yodah deh.
Inggar
: Dirumah luthfi yaaa jam 10. Ada 15an anak yang dateng.
*Jumat Malem, Febi sms ke kedua temennya
bilang kalo acaranya di undur lagi jadi sabtu depan, dan ketika kedua temanya membaca
sms Febi
mereka kecewa*
*Sabtu*
Selesai belajar kelompok.
*Luthfi
nyamperin Febi.*
Luthfi : Udah ke tujuh kalinya gue dateng ke elo. Yang ke enam kali
gue belom bilang apa-apa tapi lo udah marah-marah. Sekarang dengerin gue dulu
dong Feb.
Febi
: Okeh gue dengerin.
Lutfi :
Sebenernya gue suka sama lo Feb dari awal gua sekelas sama lo. Gue selalu
unjukin perhatian gue ke elo. Tapi lo cuek dan malah selalu ngomel ngomel.
Padahal gue belom ngomong apa apa. Dan mungkin sekarang waktu yang tepat buat
gua utarain perasaan gue ke lo Feb. Lo mau gak jadi pacar gue Feb?
Febi : Gimana
ya, gue juga bingung Fi mau jawab apa.
Lutfi :
Tapi kalo lo gak mau nerima gue juga gak papa kok. Tapi gue berharap banget lo
mau nerima gue Feb.
Febi :
Hmm, yaudah Fi.
Lutfi :
Mau apa nih Feb?
Febi :
Mau jadi artis terkenal. Tadi lo nanya ke gue nya apa? Lah ngapa nanya lagi
*sambil tertawa kecil*
Lutfi :
Serius Feb? Beneran? Alhamdulillah Ya Allah *tarik nafas lega*
Dengan berat hati Febi nerima lutfi padahal
sebenernya di hati dia Cuma ada satu yang paling berkesan, yaitu Malik yang
sekarang udah samaa Risti.
Malemnya 3 sahabat itu telfonan dan Febi nyeritain kalo dia
udah ga single lagi..
*On the phone*
Febi : Eh gue gak single lagi dong.
Dio : Widihhh, sama siapa lo Feb?
Bara : Yah gagal deh gua mendapatkan hati mu Feb
haha.
Febi :
Iya gue jadian sama Lutfi. Sabtu kemaren dia nembak gue pas abis belajar
kelompok.
Bara : Kok
lo mau sih sama dia. Dia kaaaaaannn. Hmmm diaaa kaaaaannnn. Dia apaan ya.
Menurut lo dia apaan Dio?
Dio :
Hmm diaaa... diaaaa. Dia apaan ya. Gatau deh. Pokoknya ciiee lah yang punya
pacar baru mah.
Febi : Ih
kalian tuh kenapa sih gak jelas deh.
Akhirnya karena selama mereka telfonan, kedua sahabatnya
ngecengin Febi
terus. Febi berniat hari senin untuk mutusin Luthfi karena dia tau Luthfi itu bukan yang
terbaik untuknya
*Senin* Febi ngelaksanain apa yang udah ia rencanakan. Karena Febi lagi marah besar samaa
kedua sahabatnya. Dia gamau ngomong sampe sabtu setelah UN dateng dimana mereka
bertiga bakal cerita apapun yang mereka alami.
*Sabtu setelah UN*
Mereka bertiga ngumpul dirumah Bara, cerita masa lalu
cinta mereka masing-masing. Rencanaa kuliah mereka. Sampe ngebahas perpisahan
kelas yang akan diadain dua minggu lagi. Ngebahs mantannya Febi dan kelakuan
playboynya Bara serta ga lupa betapa awetnya Ziya dan Dio.
Kedua sahabatnya membuat rencana bagaimana
mereka dapat mengungkapkan perasaan yang terpendam sama febi.
*Satu hari sebelum kebun raya bogor*
Dio : (ditelepon)
Yaudah kita putus aja.
Bara :
(baru dateng, bawa minum) Lo putus? Kok bisa?
Dio : Gue gamau ngebohongin perasaan gue terus. Perpisahan makin deket.
Gue mau nembak seseorang.
Bara :
Jangan bilang…
Dio : Lo juga?!
Berangkat pagi janjian di stasiun lama.
Berangkat bareng naik kereta.
*PERPISAHAN KELAS, di Kebun Raya Bogor *
*anak2 pada ketawa, seru2an*
*Febi main sama anak-anak yang lain, cuma senyum-senyum biasa*
Dio : Hari ini kita harus ngutarain perasaan kita. Siapa yang bisa
dapetin waktu buat berdua sama dia lebih cepet dari yang lain, bakal punya
change lebih gede. Sportif ya.
Bara : Oke.
Siapa takut.
*Bara langsung nyamperin Febi*
Bara : Eh udah mainnya,
gue mau nunjukin tempat yang asik nih, ayo. (narik tangan Febi)
Febi : Kemana?
Dio : Eh sialan gue
udah keduluan.
(Bara ngajak ke suatu tempat. Basa-basi dulu, terus
nembak tapi ditolak)
(Febi sama Bara balik ke tempat anak-anak ngumpul, muka Bara biasa aja)
Anak-anak : Kemana ajasih mau dimulai nih acaranya..
Febi : Iya maaf ya
(Bara langsung nyamperin Dio)
Dio : Sialan lo
ngeduluin start. Diterima?
Bara :
Sahabat tetep sahabat *senyum tipis*
Dio : DITOLAK BENERAN?!
*speechless*
(Acara hiburan, anak2 pada nyanyi2)
(Dio nyamperin Febi)
Dio : Boleh minjem Febi-nya bentar? (nanya ke
anak2)
Anak2 cewek : Boleeh kok boleh banget!
Febi : Apaan si. Kenapa sih lo sama Bara aneh banget hari ini? Kebanyakan nobar sih lo,
udah kaya drama aja.
Dio : Gue mau ngomong
sama lo. Tapi ga disini.
(Dio ngajak Febi ketempat lain, Bara ngeliatin dari jauh.)
(Dio nembak Febi, ditolak juga sama Febi)
(Balik ke tempat anak2 ngumpul, muka Dio senyum2)
(Dio nyamperin Bara)
Bara :
Kalah nih gue ceritanya haahhh
Dio : Yaaaaa sahabat
tetep sahabat.
Bara :
(melototin Dio, Dio angkat bahu)
*KELULUSAN* di papan madding anak-anak udah
nunggu pengumuman. Setelah mereka liat pengumuman, mereka semua gembira.
*3 bulan kemudian*
Febi : Gue keterima PTN, daaaaaaannnnn gue jadian sama (cowok SMP).
Ternyata perasaan dia juga sama kaya gue dari dulu.
Dio balikan sama mantannya. Mereka makin mesra aja.
Bara? Dia malah buka biro jodoh lewat social media.
Dan makin banyak cewek2 yang klepek2 sama dia. Yang berhasil di jodohin: Brillian-Mukti, Rifan-Fatih, Dwi-Aprima. Mereka berenam
jadi model iklan dan mengucapkan “TERIMAKASIH BARA!” dan Bara ngejawab “KARENA RASA BUKAN UNTUK DI PENDAM”.
Itu motto biro jodohnya…..
“Ketika
Sahabat menjadi Cinta, apa daya manusia menahan rasa?”
Sabtu, 18 Juni 2016
Drama sekolah
Balada Sutet In Love
Kelas
Pak Adi : (masuk panggung)
Ketua kelas : “attention please, greeting to our
theacher”
Siswa : “good ________, sir”
Pak Adi : “how are you, today?”
Siswa : “I’m not fine”
Pak Adi : “not fine? waah kenapa nih ”
Siswa : “capek, ngantuuuuk”
Pak Adi : “mana nih semangatnya….. bapak jadi inget
sama alumni sekolah ini, ada yang pinter keblinger, ada yang ga tau dibilangin,
________________________________________________. (menghayal)
(dalam khayalan Pak Adi)
Halaman
Geng Cewek : “Haaaaiiii Sutet”
Sutet : (diam saja, bergaya cool)
Mila : “ Sutet, ini kue buat lo, gue bikin sendiri
semaleman, lo terima ya”
Sutet : “so, peduli amat gue” (pergi)
Mila : (pergi dengan berlinang air mata)
Sutet : (melihat Dani) “eh, Dan Bembeng yuk”
Dani : “lo duluan aje, gue masih ada urusan” (ceritanya
lagi duduk sambil tumpang kaki, ngerokok)
Galih : (berlari sambil membawa setumpuk buku) “ eeehh
tunggu”
Sutet & Dani : (menoleh ke belakang)
Sutet : “eeeh kutu buku,Bembeng ayok”
Galih : “gue mau siih, tapi besok kan ulangan bahasa
Inggris, emang kalian ga pada belajar?”
Dani : “belajar aja lo sono, besok gue nyontek”
Galih : “Aduh gue jadi bingung”
Dani : “pegangan”
Soni : (datang)
Galih : (pegangan pada Soni, tapi ia tidak sadar) “kok
tiba-tiba gue merinding ya?”
Sutet & Dani : (tertawa)
Soni : “bang, pada mau ke Bembeng yaaa, Sonia ikut dong
bang”
Galih : “ih lo ngapain sih, son” (kaget & geli)
Sutet : “hahaha, udah ah gue duluan ya. Terserah lo mau ke
Bembeng apa ga.”
Soni : “bang Dani, Sonia bareng abang ya..”
Dani : “kaga, kaga, nanti gue nyusul, ame Sutet aja.”
(pergi)
Sutet : “kagak, enak aja lo”
Galih : “iiiihhhhh” (meninggalkan Soni )
Soni : “iih, kok Sonia ditinggal si…. Bang Sutet,
tungguin dong”
Sementara itu (di kelas)….
Dani : (menemui Chelsea) “Chel, ke Bembeng yok bareng
gue”
Chelsea : “lo duluan aja Dan, gue masih nungguin
Indah”
Dani : “ooohh, yaudah deh. Sampe ketemu di Bembeng ya
Chel”
Chelsea : “okay”
Galih : (menemui Chelsea) “Chel, lo ikut ke Bembeng ga?
Anak-anak udh ke sana”
Chelsea : “anak-anak? Lo udah punya anak Lih?”
(heran)
Galih : “adduuuh, maksud gue Sutet, Dani, Soni udah pada ke
sana”
Chelsea : “oohh, ngobrol dong”
Galih : “huuuuft, lo ikut kaga ?”
Chelsea : “ikut deh”
Galih : “yaudah ayok”
Chelsea : “ayo”
Sementara itu…
Emira : “pokoknya gue harus menang dalam lomba kompetisi
ini, apapun caranya, bakal gue lakuin” (kemudian menyanyi –Merindunya (Pingkan
Mambo)-
Franda : “woooy, udah pulang kalii masih aja latihan”
Emira : “iiiih Franda, ngagetin aja. Ini tuh kompetisi
bergengsi, jadi gue harus menang”
Franda : “ obsesian banget si lo”
Emira : “yeee, bilang aja lo sirik”
Franda : “sorry ye, gue ga demen begituan. Eh by the way, lo
mau ikut nongkrong ga ke Bembeng?”
Emira : “ikut, tunggu bentar gue rapih2 dulu”
Franda : “iyeee, ribeett”
Emira : “sabar ngapa lu… ayok” (pergi)
Galih : “eh, tunggu, tunggu, Chel. Lo denger sesuatu ga ?”
Chelsea : “sesuatu yang ada di hatiku, sesuatu yang
ada di hatimu. Sesuatuuu yang ada di benakku, sesuatu juga ada dalam benakmu.
Oooowww…”
Galih : “aaduuh Chelsea, kok lo malah nyanyi si”
Chelsea : “upsi, upsi, sorry” (senyum)
Chelsea : “yaudah ayo mending kita liat suara tadi,
gue jadi penasaran. Dimanaa?”
Galih : “di situ tuh” (menunjuk)
Galih & Chelsea : (mengendap-endap)
Chelsea : “Iindaaah? Ngapain lo di sini ?”
Indah : “eh elo, Chel, engga kok. Gue nggak ngapa-ngapain di
sini”
Chelsea : “kita mau ke Bembeng nih ndah, lo mau ikut
gak?”
Indah : “iya, gue ikut”
Chelsea : “yuk” (menggandeng Indah)
Cafe
Emira & Franda : (datang)
Sutet : (mencari Chelsea) “Chelsea mana ? lo ga bareng ama
Chelsea ?”
Emira : (turun dari motor) “Engga”
Franda : “tadi si gue liat dia lagi sama si Dani di kelas.”
Franda : “yaudah gue masuk dulu ya, ngadem”
Sutet : (emosi) “Danniiii, awas aja lo ya” (memukul2
tangan)
–
Terbakar
Cemburu ( Padi) –
Beberapa menit kemudian,
datanglah Galih, Chelsea, dan Indah…
Sutet : “Nah, tuh dia orangnye. Kok lo baru nyampe Chel ?”
Chelsea : “upsi, upsi, sorry. Tadi gue nyari Indah
dulu.”
Sutet : “tuh di dalem udah ada Emira sama Franda.”
Chelsea : “yaudah yuk kita masuk”
(Chelsea, Galih & Indah
masuk)
Sutet : “mana tuh si kampret Dani” (memukul-mukul tangan
sambil mundar-mandir)
Beberapa menit kemudian Dani
muncul…
Sutet : “nah tu dia”
Dani : (parkir motor)
Sutet : “oh jadi urusan lo itu, ngedeketin Chelsea?”
Dani : “apaan sih lo!”
Sutet : “lo denger baik-baik ya, Chelsea itu milik gue, lo
harus ngejauhin dia” (menunjuk mata Dani)
Dani : “eh, emang Chelsea udah jadi cewe lo, belom kan ?
santai aja bro” (menepuk dada Sutet lalu masuk)
Sutet : “aaarggh” (pergi)
Hari-haripun berlalu dengan
sangat cepat, Sutet dan Dani berlomba-lomba demi mendapatkan cinta Chelsea…
(Sutet dan Dani berpapasan, tetapi
saling tidak menyapa, malah diem-dieman, dengan tatapan mata yang tajam)
Chelsea : (lewat)
Sutet : “Chelsea, kantin yuk gue belom sarapan.” (megang
tangan Chelsea, sambil megang perut)
Dani : “Aduh Chel, anterin gue ke UKS yuk, gue ngerasa
kurang enak badan” (megang tangan Chelsea, sambil megang kepala)
Chelsea : “lo berdua apa-apaan si. Udah ah gue mau ke
kelas” (melepaskan tangan keduanya)
Chelsea : (sedang duduk membaca buku)
Sutet : (datang) “hai Chel”
Chelsea : (senyum)
Sutet : “Chel, lo tau ga. Senyuman lo itu bikin jantung gue
berdegub kenceeeng bangeeet.” (lalu berlutut dan memberi bunga) “Chel sejak
pertama gue ngeliat lo, gue udah suka sama lo. loo mau ga jadi cewek gue?”
Chelsea : “hah?” (bingung)
Dani : (datang) “jangan Chel, dia kan playboy. Mending
sama gue, gue bakal berubah demi lo kok”
Sutet & Dani : (bertatapan muka dengan mata yang tajam)
Galih : (melihat dan makanan yang ada di tangannya jatuh
semua)
Chelsea : (melihat Galih) “Galih!” “aduh sorry ya
guys, gue baruu aja jadian ama Galih” (menghampiri Galih dan pergi)
Dani : “kita udah keduluan si kutu buku bro”
Sutet : “kantin aja yok”
Dani : “ngapain?”
Sutet : “ngegalau” (pergi)
Di kelas…
Nindi : (menghampiri Indah yang sedang make up an) Indah, lo
dipanggil bu Ratih tuh di ruangannya.”
Indah : “kenapa?”
Nindi : “gue ga tau?”
Indah : “oh yaudah makasih ya”
Nindi : “iya”
Indah menemui Bu Ratih di
ruangannya…
Bu Ratih : “Indah, kalo nilai kamu terus menurun begini, sampe ujian
kenaikan nanti. Maaf, Ibu ngga bisa bantu kamu untuk naik ke kelas XII.
Walaupun dulunya kamu murid berprestasi” à rekaman (jadi, si Indah
mengingat kata2 bu Ratih tadi, sosok Bu Ratih tidak tampak)
Indah berjalan sambil menangis
mengingat kata2 dari Bu Ratih….
Cafe
Dani : “Eh si Indah kemana sih? Kok jarang banget ngumpul
ama kita?”
Soni : “Nggak tau deh, dia sekarang
jadi aneh gitu. Ke sekolah pake make up, nilai2nya pada turun juga lagi”
Dani : “Lo pada ngerasa ga sih kalo dia berubah?”
Emira : “jangan-jangan dia lagi ada masalah?”
Soni : “mending kita bagi tugas, Sutet dan Galih ke rumah
Indah, Gue dan Dani nyari Indah”
Dani : “oke, gue setuju. Ayo sya”(mengajak
Sutet)
Sutet : “iye, iye”
Kemudian Chelsea dan Galih baru
datang…
Chelsea : “kok udh pada bubar si? Baru juga gue dateng”
Dani : “ayo Chel, kita mau cari Indah”
Chelsea : “Ayo Lih” (naek motor)
Sutet : “Yaudah Emira ama gue.”
Franda : (sudah naik dimotor Soni)
Sutet : “yaudah yok jalan.”
Halaman
Indah terus berjalan kemudian
duduk..
Indah : (menangis tersedu-sedu hingga make up nya luntur)
Dani : (melihat Indah sambil menunjuk) “eh itu Indah, ayo
kita samperin”
Dani dkk menghampiri Indah..
Dani : (turun dari motor) “Indaah, lo kenapa?”
Indah : “gue… ga kenapa-kenapa kok”
Dani : (duduk di samping Indah) “Lo jangan boong ama
kita, kita semua tau kalo lo lagi punya masalah”
Soni : “Indah, lo cerita dong ama kita”
Indah : “sebenernyaaa, bokap ama nyokap gue mau cerai”
Chelsea dkk datang…
Chelsea : “Indah lo ga kenapa-kenapa kan ?”
Sutet : “oh ya ni ndah, nyokap lo mau ngomong”
Mama Indah : “Sayang, maafin mama ya. Waktu itu mama dan papa lagi ngomongin
perceraian temen mama. Mama ga tau kalo kamu denger dan salah sangka. Maafin
mama ya sayang, hari ini mama dan papa bakal balik dari luarkota. Kamu baik2 ya
sayang.”
Emira : “lo udah denger sendiri kan ndah bokap nyokap lo
ngga cerai”
Dani : “lagian lo kan masih punya kita. Kita akan selalu
ada buat lo kok”
Indah : “makasih ya semuanya” (berpelukan)
Dani : “oh ya, gue mau ngomong sesuatu ama lo. lo mau ga
jadian ama gue”
Semua : “terima2”
Indah : (angguk2)
Semua : “yaeay”
Sutet : “masa cogan Smande kalah si, gue juga gam au
ngejomblo lagi ah.” (mendekati Emira) “Ra, lo mau ga jadi cewe gue”
Emira : “maauuu”
Semua : (tertawa)
Emira : “sekarang tinggal si maho ama tomboy nih”
Soni : “ih gue ga maho tau, sebenernya gue suka ama
Franda tapi gue takut dia ga suka ama gue”
Chelsea : “udah lo berdua jadian aja, lo cocok kok.
tembaklah son !”
Soni : “Franda, maukah kau menjadi kekasihku?”
Franda : “kok semuanya pada ngeliatin gue sih? Iya2 gue mau”
Akhirnya mereka berdiri
berpasang-pasangan…
Kelas
Pak Adi : “kalo inget mereka saya jadi pengen ketawa
terus. Saya sebenernya ngiri loh ama mereka, mereka gampang banget dapet
pasangan di sekolah. Sedangkan saya, susaaah banget ampe dicengin ama mereka2
tadi tuh. Huft bu sensei…” (membayangkan bu sensei datang ke arah Pak Adi, dan
mengajaknya bergabung dengan murid-murid yang lain”
Bu sensei : (datang ke arah Pak Adi dengan senyuman dan mengajaknya
bergabung dengan murid-murid yang lain)
-TAMAT-
Langganan:
Postingan (Atom)