PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
JUDUL
MAKALAH
AGAMA
ISLAM
DISUSUN OLEH
ALVIAN RACHMAD GAZISTA 20214900
ENDRA NOFITARIA 23214575
JUNITA AFRIANI 25214747
ZIYADATUL FARIHAH 2C214678
KELAS
1EB08
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke
hadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
“TUGAS MAKALAH” kelompok kami dengan BAB “AGAMA ISLAM”.
Penulisan
makalah ini dimaksudkan untuk menambah pengetahuan kita sebagai pembaca dan
masyarakat umumnya, agar mengetahui tentang pengertian, klasifikasi dan ruang
lingkup dalam Agama Islam.
Kami
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini. Dengan senang hati akan menerima kritik maupun saran
yang bersifat membangun dari para pembaca pada makalah kali ini.
Akhirnya penulis
mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing Mata Kuliah Pendidikan Agama
Islam. Semoga Allah SWT berkenan atas makalah ini dan semoga bermanfaat. Amin.
Depok,
09 Oktober 2014
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ..............................................................................
2
DAFTAR
ISI .............................................................................................
3
BAB I - PENDAHULUAN
...................................................................... 4
I.I
LATAR BELAKANG .................................................................
4
I.II
TUJUAN
......................................................................................
4
BAB II –
PEMBAHASAN .......................................................................
5
II.I
PENGERTIAN AGAMA
............................................................ 5
II.II
KLASIFIKASI AGAMA
.................................................. 6
II.III
PENGERTIAN AGAMA ISLAM ............................................. 7
II.IV RUANG LINGKUP AJARAN ISLAM ........................... 8
BAB III
– KESIMPULAN
....................................................................... 11
DAFTAR
PUSTAKA ..............................................................................
12
BAB I
PENDAHULUAN
I.I LATAR BELAKANG
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa bangsa Islam
dikenal sebagai masyarakat agamis, danagama Islam merupakan agama yang dianut
oleh mayoritas bangsa Indonesia, karena ituIndonesia merupakan negara multi
agama. Akan tetapi juga isu agama adalah salah satu isu yangmudah menciptakan
konflik. Salah satu jalan untuk mengurangi resiko konflik antar
agama perlunya diciptakan tradisi saling menghormati antara agama-agama
yang ada (Franz MagnisSuseno, 1995).
I.II TUJUAN
1. Untuk
meningkatkan keyakinan dan kepercayaan kita terhadap ajaran Agama Islam
2.
Membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta
berakhlak mulia
3.
Memahami dan dapat menerapkan ajaran Agama Islam dalam kehidupan
sehari-hari
BAB II
PEMBAHASAN
II.I PENGERTIAN
AGAMA
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan
kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan
manusia dan manusia serta lingkungannya. Kata "agama" berasal dari bahasa
Sanskerta, āgama yang berarti "tradisi".Kata
lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa
Latin religio dan
berakar pada kata kerjare-ligare yang berarti "mengikat kembali".
Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.
Menurut filolog Max Müller, akar kata bahasa Inggris "religion", yang
dalam bahasa Latin religio, awalnya digunakan untuk yang
berarti hanya "takut akan Tuhan atau dewa-dewa, merenungkan hati-hati
tentang hal-hal ilahi, kesalehan" ( kemudian selanjutnya Cicero menurunkan menjadi berarti " ketekunan " ). Max Müller menandai banyak budaya lain
di seluruh dunia, termasuk Mesir, Persia, dan India, sebagai bagian yang
memiliki struktur kekuasaan yang sama pada saat ini dalam sejarah. Apa yang
disebut agama kuno hari ini, mereka akan hanya disebut sebagai
"hukum".
Banyak bahasa memiliki kata-kata yang dapat diterjemahkan sebagai
"agama", tetapi mereka mungkin menggunakannya dalam cara yang sangat
berbeda, dan beberapa tidak memiliki kata untuk mengungkapkan agama sama
sekali. Sebagai contoh, dharma kata Sanskerta, kadang-kadang diterjemahkan
sebagai "agama", juga berarti hukum. Di seluruh Asia Selatan klasik,
studi hukum terdiri dari konsep-konsep seperti penebusan dosa melalui kesalehan
dan upacara serta tradisi praktis. Medieval Jepang pada awalnya memiliki
serikat serupa antara "hukum kekaisaran" dan universal atau
"hukum Buddha", tetapi ini kemudian menjadi sumber independen dari
kekuasaan.
Tidak ada setara yang tepat dari "agama" dalam bahasa Ibrani,
dan Yudaisme tidak membedakan secara jelas antara,
identitas keagamaan nasional, ras, atau etnis. Salah
satu konsep pusat adalah "halakha" , kadang-kadang diterjemahkan sebagai
"hukum" ",yang memandu praktek keagamaan dan keyakinan dan
banyak aspek kehidupan sehari-hari.
Penggunaan istilah-istilah lain, seperti
ketaatan kepada Allah atau Islam yang juga didasarkan pada sejarah tertentu
dan kosakata.
II.II KLASIFIKASI AGAMA
Ditinjau dari sumbernya agama dibagi
dua:
1.
Agama wahyu (samawi) (revealed religion)
adalah agama yang diterima oleh manusia dari Allah Sang Pencipta melalui
malaikat Jibril dan disampaikan serta disebarkan oleh Rasul-Nya kepada umat
manusia. Wahyu-wahyu dilestarikan melalui Al Kitab, suhuf (lembaran-lembaran
bertulis) atau ajaran lisan. Agama wahyu menghendaki iman kepada Tuhan Pemberi
wahyu, kepada rasul-rasul penerima wahyu dan kepada kitab-kitab kumpulan wahyu
serta pesannya disebarkan kepada seluruh umat manusia.
·
Ciri-cirinya adalah:
a. Secara pasti dapat ditentukan lahirnya, dan bukan tumbuh dari masyarakat, melainkanditurunkan kepada masyarakat.
b. Disampaikan oleh manusia yang dipilih Allah sebagai utusan-Nya
c. Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia
d. Ajarannya serba tetap,walaupun tafsirnya dapat berubah sesuai dengan kecerdasan dan
kepekaan manusia
e. Konsep ketuhanannya monotheisme mutlak (tauhid)f. Kebenarannya adalah universal yaitu berlaku bagi setiap manusia, masa dan keadaan
2.
Agama bukan wahyu /agama yang tidak
dapat di lacak sebagai beersumber dari wahyu Tuhan, (agama budaya/ cultural
religion atau natural religion) bersandar semata-mata kepada ajaran seorang
manusia yang dianggap memiliki pengetahuan tentang kehidupan dalam berbagai
aspeknya secara mendalam. Contohnya agama Budha yang berpangkal pada ajaran
Sidharta Gautama dan Confusianisme yang berpangkal pada ajaran Kong Hu Cu.
·
Ciri-cirinya adalah:
a. Tumbuh secara komulatif dalam masyarakat penganutnya
b. Tidak disampaikan oleh utusan Tuhan (Rasul)
c. Umumnya tidak memiliki kitab suci
d. Ajarannya dapat
berubah-ubah, sesuai dengan perubahan akal pikiran penganutnya
e. Konsep ketuhanannya: dinamisme, animisme, politheisme, dan paling tinggi adalahonotheisme nisbi
f. Kebenaran ajarannya tidak
universal, yaitu tidak berlaku bagi setiap manusia, masa dan keadaan
II.III PENGERTIAN AGAMA ISLAM
Agama Islam adalah agama
yang sesuai dengan fitrah manusia, baik dalam hal ‘aqidah, syari’at, ibadah,
muamalah dan lainnya. Allah Allah Azza wa Jalla menyuruh manusia untuk
menghadap dan masuk ke agama fitrah. Allah Allah Azza wa Jalla berfirman.
““Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah
Allah yang Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada
perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui”. Nabi Muhammad Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang bayi dilahirkan kecuali dalam
keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang men-jadikannya Yahudi, Nasrani,
atau Majusi”. Tidak mungkin, Allah Allah Azza wa Jalla yang telah menciptakan
manusia, kemudian Allah Allah Azza wa Jalla memberikan beban kepada
hamba-hamba-Nya apa yang mereka tidak sanggup lakukan.
Islam (bahasa Arab, al-isl?m) “berserah diri kepada
Tuhan”) adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Agama ini termasuk
agama samawi (agama-agama yang dipercaya oleh para pengikutnya diturunkan dari
langit) dan termasuk dalam golongan agama Ibrahim. Dengan lebih dari satu seperempat
milyar orang pengikut di seluruh dunia , menjadikan Islam sebagai agama
terbesar kedua di dunia. Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim,
adapun lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi
perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah
menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya,
dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah nabi dan
rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah. Umat Muslim percaya bahwa All?h
menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya,
seperti Nabi Adam as., Nuh as., Ibrahim as., Musa as., Isa as., dan nabi
lainnya (untuk lebih lanjutnya, silakan baca artikel mengenai Para nabi dan
rasul dalam Islam) yang diakhiri oleh Nabi Muhammad SAW. sebagai nabi dan rasul
utusan Allah terakhir sepanjang masa (khataman-nabiyyin). Umat Islam juga
meyakini Al-Qur’an sebagai kitab suci dan pedoman hidup mereka yang disampaikan
oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. melalui perantara Malaikat Jibril yang
sempurna dan tidak ada keraguan di dalamnya (QS Al-Baqarah:2). Allah juga telah
berjanji akan menjaga keotentikan Al-Quran hingga akhir zaman dalam suatu ayat. Umat
Islam juga percaya bahwa Islam adalah agama yang dianut oleh seluruh nabi dan
rasul utusan Allah sejak masa Nabi Adam as., dengan demikian tentu saja Nabi Ibrahim
as. juga menganut Islam (QS Al-Baqarah:130-132) 2:130.
Pandangan ini meletakkan Islam bersama agama Yahudi
dan Kristen dalam rumpun agama yang mempercayai Nabi Ibrahim as. Di dalam
Al-Qur’an, penganut Yahudi dan Kristen sering disebut sebagai Ahli Kitab atau
Ahlul Kitab.
Apabila orang sudah memasuki agama islam maka mereka
wajib mematuhi Rukun Islam yaitu:
1. Mengucap dua kalimah syahadat dan meyakini bahwa tidak ada yang berhak ditaati dan disembah dengan benar kecuali Allah saja dan meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan rasul Allah.
2. Mendirikan shalat lima kali sehari.
3. Membayar zakat.
4. Berpuasa pada bulan Ramadhan.
5. Menunaikan ibadah haji bagi mereka yang mampu. Serta orang islam harus mempercayai rukun iman yang terdiri dari enam perkara yaitu:
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada malaikat Allah
3. Iman kepada kitab-kitab Allah (Al Qur’an, Injil, Taurat, Zabur, lembaran Ibrahim)
4. Iman kepada nabi dan rasul Allah
5. Iman kepada hari kiamat
6. Iman kepada qada dan qadar
1. Mengucap dua kalimah syahadat dan meyakini bahwa tidak ada yang berhak ditaati dan disembah dengan benar kecuali Allah saja dan meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan rasul Allah.
2. Mendirikan shalat lima kali sehari.
3. Membayar zakat.
4. Berpuasa pada bulan Ramadhan.
5. Menunaikan ibadah haji bagi mereka yang mampu. Serta orang islam harus mempercayai rukun iman yang terdiri dari enam perkara yaitu:
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada malaikat Allah
3. Iman kepada kitab-kitab Allah (Al Qur’an, Injil, Taurat, Zabur, lembaran Ibrahim)
4. Iman kepada nabi dan rasul Allah
5. Iman kepada hari kiamat
6. Iman kepada qada dan qadar
Di dalam islam pendidikan terhadap sebuah ilmu sangatlah di wajibkan seperti yang di terangkan dalam sebuah hadits yang artinya :”Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China”
II.IV RUANG LINGKUP AJARAN ISLAM
Ruang lingkup ajaran islam
meliputi tiga bidang yaitu aqidah, syari’ah dan akhlak
a.
Aqidah
Aqidah
arti bahasanya ikatan atau sangkutan. Bentuk jamaknya ialah aqa’id. Arti aqidah
menurut istilah ialah keyakinan hidup atau lebih khas lagi iman. Sesuai dengan
maknanya ini yang disebut aqidah ialah bidang keimanan dalam islam dengan
meliputi semua hal yang harus diyakini oleh seorang muslim/mukmin. Terutama
sekali yang termasuk bidang aqidah ialah rukun iman yang enam, yaitu iman
kepada Allah, kepada malaikat-malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada
Rasul-rasul-Nya, kepada hari Akhir dan kepada qada’dan qadar.
Akidah Islam adalah
prinsip utama dalam pemikiran Islami yang dapat membina setiap individu muslim
sehingga memandang alam semesta dan kehidupan dengan kaca mata tauhid dan
melahirkan konotasi-konotasi valid baginya yang merefleksikan persfektif Islam
mengenai berbagai dimensi kehidupan serta menumbuhkan perasaan-perasaan yang
murni dalam dirinya. Atas dasar ini, akidah mencerminkan sebuah unsur kekuatan
yang mampu menciptakan mu’jizat dan merealisasikan kemenangan-kemenangan besar
di zaman permulaan Islam.
Kita bisa
menyimpulkan peranan penting akidah dalam membina manusia di berbagai sisi dan
dimensi kehidupan dalam poin-poin berikut :
1.
Dalam
Sisi Pemikiran.
2.
Dalam
Sisi Sosial.
3.
Dalam
Sisi Kejiwaan.
4.
Dalam
Sisi Akhlak.
b.
Syari’ah
Syari’ah
arti bahasanya jalan, sedang arti istilahnya ialah peraturan Allah yang
mengatur hubungan manusia dengan tiga pihak Tuhan, sesama manusia dan alam
seluruhnya, peraturan Allah yang mengatur hubungan manusia dengan tuhan disebut
ibadah, dan yang mengatur hubungan manusia dengan sesama manusia dan alam
seluruhnya disebut Muamalah. Rukun Islam yang lima yaitu syahadat, shalat,
zakat, puasa dan haji termasuk ibadah, yaitu ibadah dalam artinya yang khusus yang
materi dan tata caranya telah ditentukan secara parmanen dan rinci dalam
al-Qur’an dan sunnah Rasululah Saw.
Selanjutnya
muamalah dapat dirinci lagi, sehingga terdiri dari :
·
Munakahat
(perkawinan), termasuk di dalamnya soal harta waris (faraidh) dan wasiat
·
Tijarah
(hukum niaga) termasuk di dalamnya soal sewa-menyewa, utang-piutang, wakaf.
·
Hudud
dan jinayat keduanya merupakan hukum pidana islam.
Hudud
ialah hukum bagi tindak kejahatan zina, tuduhan zina, merampok, mencuri dan
minum-minuman keras. Sedangkan jinayat adalah hukum bagi tindakan kejahatan
pembunuhan, melukai orang, memotong anggota, dan menghilangkan manfaat badan,
dalam tinayat berlaku qishas yaitu “hukum balas”
·
Khilafat
(pemerintahan/politik islam)
·
Jihad
(perang), termasuk juga soal ghanimah (harta rampasan perang) dan tawanan).
·
Akhlak/etika
Sumber-Sumber
Syariah
1.
Al-Qur’an, kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dan merupakan
Undang-Undang yang sebagian besar berisi hukum-hukum pokok.
2.
Al-Hadist (As-Sunnah), sumber hukum kedua yang memberikan penjelasan dan
rincian terhadap hukum-hukum Al-Qur’an yang bersifat umum.
3.
Ra’yu (Ijtihad), upaya para ahli mengkaji Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk
menetapkan hukum yang belum ditetapkan secara pasti dalam Al-Qur’an dan
As-Sunnah.
c.
Akhlak
Akhlak
adalah berasal dari bahasa Arab jamat dari “khuluq” yang artinya perangai atau
tabiat. Sesuai dengan arti bahasa ini, maka akhlak adalah bagian ajaran islam
yang mengatur tingkahlaku perangai manusia. Ibnu Maskawaih mendefenisikan
akhlak dengan “keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya melakukan
perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan fikiran”.
Akhlak
ini meliputi akhlak manusia kepada tuhan, kepada nabi/rasul, kepada diri
sendiri, kepada keluarga, kepada tetangga, kepada sesama muslim, kepada non
muslim.
Dalam
Islam selain akhlak dikenal juga istilah etika. Etika adalah suatu ilmu yang
menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh
manusia kepada lainnya, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di
dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus
diperbuat (Amin, 1975 : 3)
Jadi,
etika adalah perbuatan baik yang timbul dari orang yang melakukannya
dengan sengaja dan berdasarkan kesadarannya sendiri serta dalam melakukan
perbuatan itu dia tau bahwa itu termasuk perbuatan baik atau buruk.
Etika
harus dibiasakan sejak dini, seperti anak kecil ketika makan dan minum
dibiasakan bagaimana etika makan atau etika minum, pembiasaan etika makan dan
minum sejak kecil akan berdampak setelah dewasa. Sama halnya dengan etika
berpakaian, anak perempuan dibiasakan menggunakan berpakaian berciri khas
perempuan seperti jilbab sedangkan laki-laki memakai kopya dan sebagainya.
Islam sangat memperhatikan etika berpakai sebagaimana yang tercantum dalam
surat al-Ahsab di atas.
BAB III
KESIMPULAN
Agama islam merupakan agama yang Rahmatanlilalamin. Di dalam kehidupan sebagai seorang muslim
kita berpedoman hidup pada Al-Quran dan hadist Nabi Muhammad SAW. Selain itu kita juga meyakini adanya rukun
Islam dan rukun Iman. Hal ini untuk
lebih memantapkan dan meningkatkan lagi
keyakinan , kepercayaan kita terhadap agama Islam yang kita anaut.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.risalahislam.com/2013/11/pengertian-islam-menurut-al-quran.html
http://www.g-excess.com/definisi-atau-pengertian-agama-islam.html
id.wikipedia.org
sangat membantu ,thanks
BalasHapusMy blog