Assalamualaikum
Wr.Wb.
Saat ini saya
akan membahas tentang kegiatan kegiatan Ekonomi. Yang pertama adalah Sistem
Perekonomian.
Sistem
perekenomian merupakan salah satu hal terpenting karena akan mempengaruhi
kegiatan bisnis. Berikut adalah macam-macam dari kegiatan bisnis pada sistem
perekonomian :
1.
Merkantilisme
Merkantilisme adalah suatu teori ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan
suatu negara hanya
ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang disimpan oleh negara yang
bersangkutan, dan bahwa besarnya volum perdagangan global teramat
sangat penting.
Contoh negaranya adalah Belanda, Inggris
dan Spanyol.
2.
Kapitalisme
Kapitalisme adalah sebuah sistem dimana inividu
secara privat melakuakan kegiatan produksi, pertukaran barang, dan jasa melalui
sebuah jaringan pasar dan harga yang kompleks.
Kapitalise
menurut Karl Marx, adalah sebuah sistem dimana pemilik modal menjadi penentu
dari seluruh kebijakan pasar dan harga barang dengan meminimalisir kerugian dan
memaksimalkan keuntungan.
Ciri-ciri
Kapitalisme:
1.
Modal
dan barang yang digunakan sebagai proses produksi dimiliki secara pribadi
2.
Aktivitas
ekonomi secara bebas hanya ditentukan oleh penjualan dan pembelian.
3.
Pemilik
modal bebas untuk menggunakan cara apa saja untuk meningkatkan keuntungan maksimalnya
dengan menggunakan sumber daya produksi dan pekerjaannya.
4.
Pengawasan
negara diupayakan seminimal mingkin, Negara sewaktu-waktu dapat mengeluarkan
kebijakan melindungi lancarnya pelaksanaan dari sistem kapitalisme.
3.
Komunisme
Komunisme adalah gerakan
sosial-politik yang bertujuan untuk masyarakat tanpa kelas dan bernegara
terstruktur pada kepemilikan umum dari alat-alat produksi, akses gratis ke
artikel konsumsi, dan akhir kerja-upahan dan harta milik pribadi dalam sarana
produksi dan real estate.
4.
Sosialisme
Sosialisme adalah sistem
sosial dan ekonomi yang ditandai dengan kepemilikan sosial dari alat-alat
produksi dan manajemen koperasi ekonomi, serta teori politik dan gerakan yang
mengarah pada pembentukan sistem tersebut.
Sistem ekonomi sosialisme sebenarnya
cukup sederhana. Semua aspek ekonomi dianggap sebagai milik bersama, tapi bukan
berarti harus dimiliki secara sepanuhnya secara bersama, semua aspek ekonomi
boleh dimiliki secara pribadi masing-masing, dengan syarat boleh digunakan secara
Sosialis, mirip dengan gotong-royong sebenarnya.
5.
Facialisme
Fasisme adalah gerakan
radikal ideologi nasionalis
otoriter politik. Fasis berusaha untuk mengatur bangsa menurut perspektif
korporatis, nilai, dan sistem, termasuk sistem politik dan ekonomi.
Unsur-unsur pokok dalam ideologi
fasisme:
1.
Ketidakpercayaan
pada kemampuan nalar
2.
Pengingkaran
derajat manusia
3.
Kode
Perilaku yang didasarkan pada kekerasan dan kebohongan
4.
Pemerintah
oleh kelompok elit
5.
Totaliterisme
6.
Rasialisme
dan Imperalisme
7.
Menentang
hukum dan keterlibatan Internasional
6.
Demokrasi
Ekonomi
Demokrasi ekonomi terkait erat dengan pengertian kedaulatan
rakyat di bidang ekonomi. Istilah kedaulatan rakyat itu sendiri biasa
dikembangkan oleh para ilmuwan sebagai konsep filsafat hukum dan filsafat
politik.Sebagai istilah, kedaulatan rakyat itu lebih serin digunakan dalam
studi ilmu hukum daripada istilah demokrasi yang biasa dipakai dalam ilmu
politik. Namun, pengertian teknis keduanya sama saja, yaitu sama-sama berkaitan
dengan prinsip kekuasaan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk
rakyat.
Demokrasi ekonomi yang diterapkan di
Indonesia mengandung ciri-ciri positif sebagai berikut:
1.
Perkembangan
disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan
2.
Cabang-cabang
produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai oleh negara.
3.
Bumi,
air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan
dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
4.
Sumber-sumber
kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga
perwakilan rakyat serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada apada
lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula.
5.
Warga
negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta
mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
6.
Hak
milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan
kepentingan masyarakat.
7.
Potensi,
inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangakan sepenuhnya dalam
batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
8.
Fakir
miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
Sedangkan, ciri negatif sistem
perekonomian Indonesia yang harus dihindari sebagai berikut:
1.
Sistem
free fight liberalism, yaitu sistem yang menumbuhkan eksploitasi terhadap
manusia dan bangsa lain.
2.
Sistem
etatisme, yaitu negara beserta aparatur ekonomi bersifat dominan, mendesak dan
mematikan potensi, serta daya kreasi unit ekonomi di luar sektor negara.
3.
Monompoli,
yaitu pemusatan kekuasaan ekonomi pada satu kelompok.
Setelah kita mengetahui macam-macam
kegiatan bisnis, selanjutnya saya akan menjelaskan Perbedaan antara bisnis yang hanya mengejar keuntungan dan tidak
mengejar keuntungan menurut pendapat saya.
Bisnis yang mengejar keuntungan itu
adalah bisnis yang benar-benar mencari laba agar dapat meningkatkan pendapatan
usahanya dan meningkatkan kesejahteraan para pegawai dan pemilik modal
perusahaan. Sedangkan bisnis yang tidak mengejar keuntungan itu lebih cenderung
bersifat amal.
Sekarang saya akan membandingkan Pandangan masyarakat sekarang dengan
masyarakan zaman dulu tentang profesi bisnis.
Pada zaman dulu itu pandangan masyarakat
terhadap bisnis tidak jauh berbeda dengan pandangan masyarakat sekarang. Namun
pada zaman dulu tidak terlalu banyak yang tertarik dengan profesi bisnis karena
sebagian besar masyaraktanya menganggap jadi pembisnis itu penghasilannya tidak menentu. Kebanyakan dari mereka lebih
memilih bekerja menjadi Pegawai Negeri ataupun bekerja pada instansi instansi
yang ternama seperti pekerja kantoran dll.
Zaman sekarang pun masih ada masyarakat
yang perpandangan sama seperti zaman dulu tentang profesi bisnis, namun dengan
berjalannya waktu pengetahuan masyarakat dibidang bisnis pun bertambah, mereka
lebih mengetahui apa itu bisnis. Masyarakat sekarang lebih tertarik akan
banyaknya keuntungan keuntungan yang di dapatkan dari berbisnis. Karena
banyaknya juga tuntutan yang membuat mereka lebih memilih jadi pembisnis.
Sekian ulasan-ulasan tentang Sistem Perekonomian dan kegiatan-kegiatannya, Perbedaan antara bisnis yang mengejar keuntungan dan bisnis yang tidak mengejar keuntungan, dan Perbedaan pandangan masyarakat sekarang dengan masyarakat zaman dulu terhadapap profesi bisnis,
Saya menerima saran dan kritik yang mebangun demi kebaikan dan kemajuan alam berfikir dan berkreasi didalam menyusun kata-kata dan tentang pengetahuan dalam bidang Ekonomi. Akhir kata saya ucapkan Terima kasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Sumber:
mustaqimzone.wordpress.com/2010/02/18/kolonialisme-imperialisme-merkantilisme-kapitalisme-dan-revolusi-industri/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar