Sabtu, 18 Juni 2016

Kerajaan Hindu Budha


Indonesia memiliki kerajaan Hindu Budha yaitu, Kutai, Tarumanegara, Kediri dan Singosari. Kerajaan-kerajaan tersebut menganut ajaran Hindu Budha akibat pengaruh Negara India melalui hubungan perdagngan.

a.      Kutai

Kerajaan Hindu Budha tertua di Indonesia adalah Kerajaan Kutai. Kerajaan Kutai ini berdiri ± th 400 M. Keterangan waktu berdirinya kerajaan Kutai ini diperoleh dari 7 prasasti (batu tulis) berbentuk yupa (prasasti berbentuk tugu peringatan kurban) bertahun 400 M. Huruf dan bahasa yang tertulis adalah huruf Pallawa dengan bahasa sansekerta. Huruf Pallawa ini berasal dari India Selatan.

Selain Prasasti Yupa terdapat juga beberapa bukti mengenai kerjaan Kutai yaitu, arca-arca Budha dan arca-arca Hindu. Bukti-bukti letak kerajaan kutai ditemukan di Kalimantan Timur.

Raja pertama Kutai yaitu Kundungga. Lalu ada raja yang dianggap Wancakarta (pembantu keluarga) dikerajaan Kutai adalah Aswawarman. Dan raja Kutai yang paling banyak di tulis dalam yupa adalah Mulawarman.

b.      Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara berdiri sekitar abad V Masehi. Letak kerajaan Tarumanegara berada di Jawa Barat.

Bukti-bukti kerajaan Tarumanegara :

1.      Prasasti di daerah Bogor : Prasasti Ciaruteum, Kebon Kopi, Jambu Pasir Awi, Muara Ciateum.
2.      Prasasti di daerah Jakarta : Prasasti Tugu & Prasasti Cilincing.
3.      Prasasti di daerah Banten Selatan : Prasasti Lebak & Prasasti Munjul.

Isi prasasti tersebut umumnya bahwa kerajaan Tarumanegara adalah Punawarman. Prasasti Tugu adalah prasasti yang banyak mengisahkan pemeritahan Punawarman. Yang tertulis pada prasasti tugu adalah :
-          Penggalian sungai Gomoti pada th ke-22 pemerintah Raja Punawarman
-          Panjang sungai Gomoti 6122 busur (±12km) dikerjakan dalam waktu 21 hari.
-          Penggalian sungai Gomoti di akhiri dengan penyerahan 1000 ekor sapi kepada para Brahmana.
Huruf dan bahasa yang digunakan pada kerajaan ini adalah huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.

c.       Kediri

Kerajaan Kediri terletak di Jawa Timur. Asal mula kerajaan ini adalah dari kerajaan Medang yang dibagi yaitu Kediri dan Jenggala. Yang membagi kerajaan Medang menjadi 2 adalah Airlangga, raja Kerajaan Medang.
Raja pertama kerajaan Kediri yaitu, Jayawarsa. Ia memerintah kerajaan Kediri pada tahun 1042-1115 M. Jayawarsa memiliki seorang permaisuri yang bernama Sri Kirana yang berasal dari Jenggala.
Bameswara adalah pengganti raja Tarumanegara Jayawarsa. Pada masa pemerintahannya Bameswara menulis kitab. Nama kitab tersebut yaitu, Smaradahana. Isi kitab tersebut yaitu, raja dipuji sebagai titisan Dewa Kama, Ibu kota kerajaan terletak di Daha.
Setelah Bameswara pengganti Raja kerajaan Kediri adalah Jayabhaya. Bharatayudha adlaah nama kitab yang membukukan nama Jayabhaya. Pengubah kitab Bharatayudha adalah Mpu sedah dilanjututkan oleh Mpu Panuluh.
Setelah Jayabhaya yang memimpin kerajaan Kediri ada Sarweswara, Aryyeswara, dan Gandra dan raja terakhir Kediri adalah Kertajaya. Pada masa pemerintahan Kertajaya tidak berjalan lancer karena raja Kertajaya tidak sepaham dengan pada Brahmana dan tidak disukai rakyat.

d.      Singosari
Kerajaan Singosari didirikan oleh Ken Arok yang terletak di Jawa Timur. Ken arok mendapat gelar sebagai raja pertama Singosari yaitu Sri Rajasa Sang Amurwabhuni. Masa pemerintahan Ken arok pd th 1222-1227 M. Masa kepemimpinan Ken Arok berakhir karena ia telah mati terbunuh oleh Anusapati. Anusapati membunuh Ken Arok karena ia ingin membalas kematian ayahnya. Setelah itu Anusapati menggantikan Ken Arok sebagai raja Singosari dan lamanya ia memerintah adalh 21 thn (1227-1248M).

Masa pemerintahan Anusapati pun berakhir sama seperti Ken Arok, yang membunuhnya adalah Tohjaya. Setelah itu Tohjaya menjadi Raja Singosari, namun masa pemerintahan Tohjaya tidak berlangsung lama hanya beberapa bulan saja. Tohjaya pun mati terbunuh juga oleh Ranggawuni. Ranggawuni adalah putra Anusapati. Ranggawuni memerintah pada tahun 1248-1268. Selama masa pemerintahannya Ia dibantu oleh Mahisa Cempaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar